Pengembang Rumuskan Solusi Dampak Lingkungan Pasar Kranji Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pengembang Pasar Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, merumuskan solusi terkait keluhan lingkungan oleh warga sekitar dalam revitalisasi. Adapun keluhan warga terkait limbah, dan kebisingan dari aktivitas yang ditimbulkan di areal pasar.

“Kami selaku pengembang, bersama warga, pemerintah dari tiga pilar tingkat kecamatan Bekasi Barat, sudah meninjau bersama ke pasar Kranji yang sekarang lagi proses revitalisasi,” kata Iwan sebagai pengembang, saat dikonfirmasi  Cendana News terkait keluhan lingkungan oleh warga, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan, setelah dilakukan tinjauan diketahui suara bising yang selama ini mengganggu warga yang berada di sekitar lokasi pasar akibat aktivitas dari mesing giling daging pedagang bakso. Dan, tembok yang ada terlalu menempel dengan permukiman warga.

Iwan, pihak pengembang dikonfirmasi soal keluhan dampak lingkungan pasar Kranji oleh warga, Rabu (23/6/2021). –Foto: M Amin

Hal lain terkait limbah saat hujan, dampak dari drainase yang meluap sehingga limbah pasar terbawa air dan ketika hujan reda, limbah tertinggal di permukiman warga. Hal tersebut yang dikeluhkan warga dari kompleks Depnaker Trans yang berada di sekitar pasar Kranji, Bekasi Barat.

“Saat ini tengah dirumuskan, terkait tembok, limbah, dan suara bising dari aktivitas mesin gilingan daging karena tidak menggunakan peredam. Nanti akan dibahas lagi bersama warga dan tiga pilar, terkait solusinya, karena setelah ditinjau langsung sumber masalah ada dua pada intinya,” ungkap Iwan.

Dua persoalan itu adalah masalah limbah dan suara bising yang mengganggu lingkungan warga di sekitar pasar. Terutama soal tembok, akibat terlalu menempel dengan permukiman warga. Selain bising, getaran dari aktivitas revitalisasi juga dirasakan warga. Sehingga tembok itu harus dipisah, agak berjarak dengan permukiman.

“Saat ini semua terkait keluhan lingkungan tersebut, tengah dirumuskan. Nanti dibahas lagi bersama,” tegas Iwan.

Sebelumnya, beberapa perwakilan warga dari kompleks Depnaker Trans yang berdampingan langsung dengan lokasi Pasar Kranji, mendatangi kantor Camat Bekasi Barat untuk meminta solusi terkait dampak lingkungan dari aktivitas revitalisasi Pasar Kranji. Oleh Camat Bekasi Barat, pihak pengembang dan warga didudukkan bersama untuk mencari solusi.

Novardi Rahim, perwakilan warga Depnakertrans, mengakui apa yang menjadi kekhawatiran warga sejak 2019 sebelum pelaksanaan revitalisasi pasar terlaksana, semua terjadi. Seperti kebisingan, limbah dan lainnya akibat Pembangunan Tempat Pasar Sementara (TPS).

“Kami sudah sampaikan langsung selaku warga menolak dengan adanya TPS yang dibangun menempel dengan rumah warga, dan limbah pasar yang menyebabkan udara tak segar karena bau, serta suara bising yang muncul sejak pukul 03.00 dini hari,” ujarnya berharap solusi tidak berlarut.

Menurutnya, apa yang menjadi kekhawatiran warga jika tembok terlalu menempel dengan pemukiman warga, selain kebisingan adalah kekhawatiran jika terjadi kebakaran. Seharusnya pengembang dari awal berkomunikasi dengan warga, jangan setelah ada keluhan begini baru direspons.

Pantauan Cendana News di Pasar Kranji, sampah ditumpuk di tepi jalan raya berdampak pada bau menyengat bagi pengendara yang melintas. Bau menyengat dari beberapa meter sebelum melintas di lokasi pasar Kranji yang dalam pelaksanaan revitalisasi sudah tercium.

bekasiJabarKranjiPasar
Comments (0)
Add Comment