Sambal Tumpang Tempe Semangit Menggugah Selera

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Menjelang makan siang, hidangan penggugah selera kerap dipilih untuk santapan. Bosan dengan olahan yang biasa, Sudartik mengolah hidangan sambal tumpang. Sambal yang merupakan warisan tradisi kuliner asal Jawa itu diperoleh dari sang ibu asal Yogyakarta. Ia mengaku, sambal tumpang dibuat untuk menyantap nasi hangat bersama daun singkong dan pepaya rebus.

Sudartik mengatakan, sambal tumpang dibuat dari bahan utama tempe semangit, atau tempe busuk. Proses fermentasi yang melebihi waktu, menjadikan tempe menjadi semangit beraroma kurang sedap. Namun dengan bekal resep dari orang tua, tempe busuk bisa diolah menjadi sambal tumpang yang lezat.

Sudartik yang kini menetap di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, mendiamkan tempe hingga empat hari. Selain bahan utama tempe semangit, bahan yang disiapkan berupa santan, cabai keriting, cabai rawit, lengkuas, kencur, daun salam, kemiri. Tambahan ikan teri dan daun kemangi, menjadi variasi sambal tumpang buatannya.

Sudartik, warga Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, saat membuat sambal tumpang, Sabtu (19/6/2021). -Foto: Henk Widi

“Variasi sambal tumpang yang saya buat dengan menggoreng tempe semangit, cara ke dua bisa dilakukan dengan merebusnya hingga mendidih agar matang, selanjutnya semua bumbu pelengkap dihaluskan dengan blender untuk penambah cita rasa,” terang Sudartik, saat ditemui Cendana News, Sabtu (19/6/2021).

Setelah tempe semangit digoreng, Sudartik menyiapkan wajan untuk menumis. Bahan berbagai jenis bumbu yang telah dihaluskan ditumis memakai minyak secukupnya. Tahap selanjutnya, tempe semangit yang telah digoreng dan dihaluskan dimasukkan dalam wajan. Agar lebih gurih, tambahkan santan kelapa tua dalam wajan berisi tempe semangit.

Cita rasa sambal tumpang tempe semangit makin menggunggah selera dengan adanya bumbu lengkuas dan kencur. Tambahan daun salam dan kemangi juga bisa dicampurkan bersama ikan teri. Koreksi rasa dengan menambahkan garam dan penyedap. Agar lebih matang, tutup rapat wajan hingga olahan sambal tumpang tempe semangit menghasilkan kuah kental.

“Sembari menunggu sambal tumpang, saya merebus daun pepaya dan daun singkong untuk sayuran pelengkap,” ulasnya.

Setelah lima belas menit, aroma tempe busuk lenyap berganti aroma sedap. Kuah yang mengental berpadu dengan tempe semangit siap disajikan.

Sambal tumpang yang dibuat, kerap dilakukan tanpa menggoreng tempe semangit. Cukup diulek memakai cobek dan semua bahan direbus, lalu ditumis. Namun, hasilnya sambal tumpang tempe semangit tetap lezat menggugah selera.

Supami Eva, sang anak, menyebut tempe semangit yang digoreng akan menciptakan sensasi kacang kedelai yang berubah menjadi tempe. Penambahan lengkuas, kemangi dan kencur menjadi resep rahasia menciptakan sensasi aroma dan rasa lezat. Sebagai sambal warisan kuliner leluhur, sambal tumpang tempe semangit menjadi alternatif sambal yang lezat.

“Tanpa tambahan sayur apapun, sambal tumpang tempe semangit sudah lezat untuk menikmati sepiring nasi hangat,” ulasnya.

Tambahan ikan teri dan sayuran rebus daun pepaya, singkong menjadikan sambal tumpang tempe semangit menggugah selera. Sajian nasi hangat dengan sambal tumpang saat makan siang, menurutnya tepat. Sambal bercita rasa pedas dengan cabai keriting dan cabai rawit, membuatnya berkeringat. Cita rasa sambal tumpang tempe semangit, bahkan membuatnya menambah nasi.

LampungsambalTempeTumpang
Comments (0)
Add Comment