Segar Manis Buah Nangka Kunir

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Saat ini, beragam buah segar mulai membanjiri sejumlah pasar tradisional di Lampung Selatan. Buah segar itu antara lain mangga arum manis, alpukat, durian dan nangka kunir. Dari sekian jenis buah segar tersebut, buah nangka kunir seringkali diolah menjadi produk makanan lain, mulai dari es buah, hingga kue tradisional nagasari.

Marsih, salah satu pedagang di Pasar Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, mengatakan, memasuki bulan Juni ini memang musim panen nangka kunir, nangka mini dan cempedak. Ia menjual nangka kunir yang memiliki warna kuning cerah, aroma wangi, kandungan air sedikit dan rasa manis. Bentuk buah umumnya bulat, oval berduri tumpul. Daging buahnya sepanjang 6 cm, tebal 1,5 cm.

Menurut Marsih, nangka kunir ditanam di kebunnnya dan hanya dipanen untuk buah segar. Sebelum matang, buah diberongsong atau dibungkus karung. Saat matang, buah merekah, bersuara keras saat dipukul sehingga bisa dipanen. Ia menjual buah yang telah matang utuh seharga Rp45.000 hingga Rp60.000. Dalam kondisi dikupas, daging buah matang dijual Rp5.000 sebanyak sepuluh daging buah.

Hasil kreasi es buah buatan Siti Suwarni (kanan), dengan bahan buah melon, semangka, nanas dan nangka kunir di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (19/6/2021). -Foto: Henk Widi

“Sebagai varian kuliner, nangka kunir bisa disantap saat matang, sebagian warga memanfaatkannya untuk olahan kuliner dalam bentuk nagasari dengan tepung beras atau diolah melalui proses vacum menjadi keripik yang lezat dan renyah,” terang Marsih, saat ditemui Cendana News, Sabtu (19/6/2021).

Marsih bilang, nangka kunir memiliki biji ukuran kecil dan warna daging buah kuning kemerahan. Konsumen kerap membeli buah nangka kunir untuk disantap segar. Sebagai buah yang memiliki aroma wangi khas, rasa manis, ia melayani pembuat kuliner minuman. Minuman es buah, es campur memanfaatkan nangka kunir sebagai pelengkap cita rasa.

Menjaga cita rasa buah agar tetap manis, Marsih mengaku memanen buah dalam kondisi tua dan matang. Pemanenan buah dilakukan saat tua dan diperam dengan daun leresede untuk mempercepat pematangan. Menjual nangka kunir, menurutnya mendorong kreativitas untuk sejumlah kuliner tradisional. Buah yang telah matang dengan aroma wangi itu bisa jadi alternatif saat membeli buah segar.

“Dibanding dengan buah nangka biasa, nangka cempedak jenis nangka kunir memiliki tampilan yang unik dan menarik, menggugah selera,” cetusnya.

Christeva, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, mengaku menyukai buah nangka kunir matang. Sebagai buah berserat, manis dan wangi, sang ibu membelikannya sebagai pencuci mulut. Menikmati buah nangka kunir, sebutnya, menjadi cara menikmati buah hasil kebun petani. Ia juga menyebut, makin matang daging buah, aroma makin wangi. Potongan daging buah nangka kunir kerap menjadi taburan (topping) es krim.

Warna khas kuning seperti kunyit, menurut Christeva berpadu dengan aroma yang wangi. Menikmati buah nangka kunir matang perlu dilakukan setelah makan. Sebab, buah tersebut kerap menyebabkan sebab pada lambung. Agar tidak sebab bahkan maag pada lambung, daging buah harus dikunyah lebih lembut.

“Ibu kerap membuatnya jadi olahan nagasari yang dikukus, sehingga lebih lembut dan manis,” ulasnya.

Nangka kunir matang menjadi pilihan untuk campuran es buah bagi Siti Suwarni. Ia menyebut, perpaduan buah matang semangka, melon, nanas dan nangka kunir sangat pas. Tambahan sirup rasa buah leci atau pandan berpadu dengan susu menjadikan es buah makin segar. Buah nangka kunir yang diiris tipis, menurutnya menjadi penambah aroma wangi penggugah selera.

Nangka kunir, sebut Siti Suwarni bisa menjadi bahan baku olahan kuliner lain. Ia mengaku bisa mencampurkannya dengan kolak pisang, ubi jalar. Kreasi olahan memakai nangka kunir dilakukan dengan membuat keripik. Keripik dengan cara menggoreng dilakukan dengan tepung. Tanpa tepung, keripik bisa dibuat dengan alat vacum untuk mengeringkan nangka kunir.

BuahLampungLamselnangka
Comments (0)
Add Comment