Berbagai Hal Perlu Dilakukan Orang Tua Agar PJJ Optimal

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem online, menjadi pilihan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi Covid-19. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar PJJ bisa mendapatkan hasil yang optimal.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi, PJJ menjadi pilihan utama dalam penyampaian materi pembelajaran. Namun seiring berjalan waktu, makin banyak permasalahan yang muncul,” papar Kepala Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak (PKPPA) LPPM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Arri Handayani S.Psi., M.Si., saat dihubungi di Semarang, Kamis (29/7/2021).

Salah satunya, terkait pendampingan orang tua kepada anak di saat PJJ. Hal tersebut karena tidak semua orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi anak, karena tuntutan pekerjaan harus diselesaikan. Di lain sisi, kemampuan anak untuk menerima pembelajaran juga berbeda-beda.

Kepala PKPPA LPPM UPGRIS, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., saat dihubungi di Semarang, Kamis (29/7/2021). –Foto: Arixc Ardana

“Ada anak yang bisa mudah menerima pembelajaran, ada juga yang relatif susah. Sementara, orang tua juga dituntut untuk mendampingi, sedangkan di sisi lain dirinya juga mendapat tekanan untuk menyelesaikan pekerjaannya,” tambahnya.

Akumulasi kedua hal tersebut, antara tekanan pekerjaan dan kemampuan anak menerima pembelajaran, jika tidak dikelola dengan baik akan memuncak dan menyebabkan konflik.

“Bahkan bagi ibu yang tidak bekerja pun, juga akan timbul masalah, karena berbagi waktu untuk keperluan domestik rumah tangga dan mendampingi anak terkait tugas-tugas belajar,” terangnya.

Apalagi, ditambah adanya konten materi pembelajaran sekolah yang tidak sepenuhnya dapat dipahami orang tua, sehingga orang tua sendiri menjadi lebih sensitif karenanya.

“Saat anak bertanya soal pembelajaran, karena orang tua kurang memahami, justru menjadi marah,” tandasnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, menurutnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam proses pendampingan anak saat PJJ.

“Pertama, perlu menyeimbangkan antara urusan pekerjaan dan pendampingan belajar anak. Jika ingin melakukan pendampingan, maka urusan pekerjaan harus ditinggalkan sejenak, sehingga fokus pada anak. Ataupun sebaliknya, selesaikan pekerjaan dulu, baru kemudian melakukan pendampingan,” terangnya.

Pembagian peran orang tua, antara ibu dan ayah, juga menjadi hal penting. Misal, dengan kesepakatan bersama antara ayah dan ibu, ketika ayah bekerja di rumah, ibu bersama anak dan sebaliknya.

Kemudian, perlu adanya kerja sama atau komunikasi yang baik antara orang tua dengan guru.

“Pendidik selain mengoptimalkan proses PJJ juga dapat membuat jurnal belajar untuk memantau kegiatan belajar peserta didik di rumah. Kemudian orang tua dapat mengisi jurnal belajar peserta didik untuk merealisasikan pemantauan kegiatan belajar anak di rumah,” terangnya.

Dalam proses pengisian jurnal belajar, tentu dibutuhkan keterbukaan antara orang tua dan pendidik. Keterbukaan tentang motivasi belajar anak saat melaksanakan PJJ, kesulitan belajar, dan hal lain yang mempengaruhi proses keberhasilan PJJ.

Terpisah, salah satu orang tua siswa, Fista Novianti, mengakui tidak mudah untuk membagi waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan dapur, dan pendampingan belajar anak.

“Saya masih bekerja walaupun work from home, jadi masih ada tugas dari kantor yang harus dikerjakan. Selain itu, juga pekerjaan rumah seperti memasak dan lainnya. Di lain sisi, juga harus melakukan pendampingan belajar PJJ pada anak. Jadi, cukup merepotkan,” terangnya.

Apalagi, jika ada tekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaan, sementara di lain sisi, pendampingan PJJ tetap harus dilakukan.

“Sudah begitu, anak juga perlu berkali-kali pemahaman akan materi yang diberikan. Jadi, PJJ ini juga menuntut kesabaran orang tua dalam melakukan pendampingan,” tandasnya.

GuruJatengPJJsemarangsiswaUPGRIS
Comments (0)
Add Comment