Dapat Alokasi Rp33 Miliar, Pembangunan Tanggul Abrasi di Meulaboh Dilanjutkan

MEULABOH – Kementerian PUPR, mengalokasikan dana sebanyak Rp33 miliar, untuk kembali melanjutkan pembangunan tanggul pencegah abrasi, di pesisir pantai Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Tanggul pemecah ombak tersebut memiliki panjang 640 meter.

“Alhamdulillah, dengan dilanjutkannya pembangunan tanggul pengaman pantai di Meulaboh, maka diharapkan dapat melindungi masyarakat dari terjangan abrasi pantai dan becana alam,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Kurdi, Minggu (4/7/2021).

Sebelumnya, di 2020, pemerintah juga sudah melakukan pembangunan tanggul di lokasi yang sama. Kala itu pembangunan dilakukan sepanjang 210 meter, dengan pagu anggaran sebesar Rp13,5 miliar. Saat itu penawaran pemenang tender sebesar Rp11,3 miliar.

Pembangunan tanggul pemecah ombak ini, memiliki sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 dan 2021. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap, pembangunan tanggul sepanjang 640 meter, dapat dilanjutkan tahun ini. Sehingga diharapkan, persoalan banjir rob yang terjadi setiap tahunnya di daerah tersebut dapat teratasi. Selama ini, setiap tahunnya masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai di Meulaboh, harus terdampak banjir rob saat terjadinya pasang bulan purnama.

Kurdi berharap, pembangunan tanggul pemecah ombak di pesisir Meulaboh akan tuntas di 2022, dengan sisa tanggul yang akan dibangun sekitar 750 meter. Total keseluruhan panjang tanggul yang akan dibangun pemerintah pusat di daerah tersebut sepanjang 1,6 kilometer. Membentang dari Desa Suak Indrapuri, Desa Pasir, Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. “Keberadaan tanggul di sepanjang garis pantai Meulaboh memang sangat dibutuhkan masyarakat guna mencegah terjangan banjir rob atau pasang purnama,” pungkasnya. (Ant)

abrasiAcehaceh baratkemen puprmeulabohpesisir meulabohtanggung penahan abrasi
Comments (0)
Add Comment