Minimalkan Kerugian, Usaha Cake Fokus di Pesanan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Bisnis aneka cake rumahan yang menjelang lebaran kemarin sempat ramai, sekarang ini mulai terdampak pandemi Covid-19. Terlebih dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat saat ini. Untuk meminimalkan kerugian, pelaku usaha memilih hanya melayani pesanan saja.

Pelaku bisnis mille crepes di Kota Purwokerto, Galih Prabashinta, Selasa (6/7/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satu produsen mille crepes di Kota Purwokerto, Galih Prabashinta mengatakan, ia memulai bisnis cake di tengah pandemi, sehingga sejak awal sudah memilih untuk hanya melayani pembelian by order saja. Dengan demikian, dipastikan produksinya pasti terjual.

“Bisnis ini kita mulai saat pandemi, karena pada awal pandemi banyak sekali pekerja yang dirumahkan, khawatir suami juga kena perampingan kerja, maka kita membuat bisnis cake ini. Namun, karena situasi pandemi, maka kita hanya produksi by order saja,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Lebih lanjut Galih menjelaskan, PPKM darurat sangat berpengaruh terhadap bisnis yang dijalankannya. Meskipun tidak sampai merugi, namun pemesanan menurun. Hal tersebut disebabkan banyak pegawai yang Work From Home, sehingga kemungkinan mereka juga mempunyai banyak waktu untuk mengolah makanan ataupun camilan sendiri. Selain itu, ada kecenderungan orang juga mengurangi konsumsi makanan yang dibeli dari luar.

Jika sebelumnya, dalam satu hari Galih bisa mendapatkan order mille crepes lima hingga tujuh buah, saat ini order yang datang hanya satu hingga dua mille crepes saja. Padahal pelaku bisnis ini belum banyak di Purwokerto. Mengingat pembuatan kue ini cukup memakan waktu dan butuh keahlian khusus.

Untuk mengatasi menurunnya order mille crepes, Galih melebarkan sayap bisnisnya dengan membuat aneka puding. Mulai dari puding mangga, strowbery dan lain-lain. Dengan mengandalkan penjualan online melalui media sosial, puding produksinya mulai banyak mendapat pesanan.

“Memang harus pandai membaca peluang serta berinovasi dalam situasi seperti sekarang ini, dan puding produksi saya, sekarang sudah mulai ramai pesanan, karena harganya juga lebih murah dibandingkan mille crepes,” tuturnya.

Galih menuturkan, mille crepes pada awalnya merupakan cake khas Perancis, dengan cita rasa milky, creamy dan legit. Kue ini sangat lembut di lidah, karena menggunakan whipped cream. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, yaitu pada kisaran Rp85.000 hingga Rp150.000.Sedangkan untuk puding, Galih biasa menjual Rp75.000.

Salah satu pelanggan mille crepes, Ferdiana mengatakan, karena sudah suka dan yakin akan produksi mille crepes Galih yang menerapkan protokol kesehatan, ia tetap memesan rutin, minimal seminggu sekali. Menurutnya, rasa dan kualitas mille crepes tidak kalah dengan yang dijual di mall ataupun supermarket.

“Tetap pesan mille crepes, karena sudah paham akan produksinya yang menjaga prokes dan lagi, saat WFH seperti sekarang ini, di rumah harus memperbanyak stok makanan,” katanya.

BanyumasJatengPurwokerto
Comments (0)
Add Comment