Persebaran Covid-19 di Jember Mulai Menurun

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Peningkatan kasus positif Covid-19 di Jember terjadi cukup tinggi, mengakibatkan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 menjadi penuh. Namun, penerapan PPKM Darurat mampu mengurangi jumlah kasus virus tersebut.

Plt. Kabid Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dr. Alfi Yudisianto, mengatakan persentase Bed Occupancy Rate (BOR) di Jember mengalami penurunan yang cukup baik.

“Sejak beberapa hari sebelumnya, tren penularan virus Covid-19 di Jember mulai menurun, hingga lima persen,” ujar dr. Alfi kepada wartawan di Jember, Jumat (30/7/2021).

Alfi menambahkan, sebelumnya BOR di seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mencapai 80 persen, sehingga kapasitas kamar penuh.

“Untuk menambah fasilitas kamar perawatan, beberapa rumah sakit membangun tenda darurat, di antaranya di Rumah Sakit Paru Jember, dan di halaman RSUD dr. Soebandi,” jelasnya.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, saat ditemui di Patrang, Jember, Jumat (30/7/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

Alfi menyebutkan, pencegahan lebih baik dari pengobatan. Namun, pihaknya masih terus berupaya dalam menyelesaikan permasalah pandemi Covid-19 terhadap warga yang terpapar positif Covid-19.

“Terkait kondisi warga yang terpapar positif Covid-19, kami masih akan tetap maksimal dalam memberikan pelayanan perawatan tentunya,” ungkapnya.

Alfi menyebutkan, untuk mencegah persebaran Covid-19, tentu masyarakat tetap memperhatikan prokses 5M dalam kehidupan sehari-hari.

Terpisah, Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengatakan BOR di rumah sakit sebelumnya sudah mencapai 80 persen dari seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Besarnya angka persentase BOR diikuti dengan kenaikan jumlah terkonfirmasi positif yang meningkat.

“Sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19, langkah-langkah yang dilakukan dengan mendirikan tenda darurat di halaman Rumah Sakit Paru Jember, dan halaman RSUD Soebandi, serta tiga hotel sebagai tempat isolasi mandiri,” ungkapnya.

Hendy menambahkan, hampir setiap hari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 35 orang. Dirinya mengatakan, hal ini tentu menjadi perhatian yang sangat serius, tentu dalam mendisiplinkan masyarakat.

“Dengan adanya pemberlakuan PPKM Darurat, masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Semua pihak juga kami kerahkan, baik TNI-POLRI, NAKES dan ASN, serta masyarakat. Sebab, masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama,” tegasnya.

Hendy menyebutkan, masyarakat yang disiplin menerapkan prokes, maka pandemi akan cepat selesai. Sebaliknya, masyarakat tidak patuh, semua juga akan sia-sia.

CovidJatimJember
Comments (0)
Add Comment