Prosedur Melahirkan Selama Pandemi Ditujukan untuk Keselamatan Ibu dan Bayi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Persalinan selama pandemi memang berbeda jika dibandingkan sebelum terjadinya COVID-19. Hal ini diberlakukan untuk memastikan keselamatan calon ibu dan bayi yang akan dilahirkan.

Ahli Kandungan MRCCC Siloam Semanggi, Ardiansjah Dara Sjahruddin,SpOG, M.Kes menyatakan, persalinan di saat pandemi membutuhkan persiapan yang berbeda.

“Karena ada prosedur tambahan sebelum melahirkan untuk memastikan apakah calon ibu terpapar COVID 19 atau tidak. Begitu pula bagi pendampingnya. Jadi, sebaiknya memasuki trisemester pertama, calon ibu sudah memastikan akan melahirkan di rumah sakit mana,” kata Ardiansjah, saat dihubungi, Jumat (23/7/2021).

Dengan menentukan sejak awal, prosedur pra persalinan dapat dilakukan dengan baik dan tidak terburu-buru, sehingga tidak menyulitkan calon ibu maupun pihak rumah sakit.

“Selain menentukan rumah sakit yang mana, calon ibu sebaiknya juga melakukan karantina mandiri selama beberapa Minggu sebelum melahirkan. Hal ini untuk memastikan calon ibu tidak terpapar COVID-19,” ujarnya.

Ardiansjah menekankan bahwa bayi yang baru lahir belum bisa membangun sistem imun tubuhnya sendiri. Sehingga menjadikan bayi sebagai salah satu pihak yang rentan terpapar.

“Setelah melahirkan nanti, bayi akan langsung kita pindahkan ke NICU, sementara ibu juga akan diisolasi mandiri,” ungkapnya.

Ia menyatakan, tidak ada larangan untuk melakukan persalinan secara normal di masa pandemi COVID 19 ini, selama tidak ada kendala persalinan, yang mengharuskan diambil tindakan Caesar.

“Tapi, beberapa rumah sakit memang menyarankan untuk Caesar saja. Dengan pertimbangan mempercepat proses persalinan dan mengurangi risiko penularan virus,” tandasnya.

Seorang ibu yang melakukan persalinan di masa pandemi, Oka Fauziah menyatakan hamil dan persalinan selama pandemi memang membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan sebelum pandemi.

“Kami sebagai calon ibu yang harus memeriksakan diri secara rutin, harus melakukan penjadwalan dengan dokter terkait. Ini membutuhkan usaha lebih,” kata Oka saat dihubungi terpisah.

Ia juga menyatakan selama pemeriksaan rutin, calon ibu dan pengantarnya harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Saya melakukan persalinan dengan Caesar setelah melakukan medical check up sebanyak tiga kali dan juga harus menandatangani pernyataan menyetujui hanya akan ada satu pendamping saat persalinan nanti. Sesaat sebelum melahirkan, saya melakukan swab antigen,” ucapnya.

Pasca melahirkan, ia menceritakan bahwa yang menjaga hanya suami saja.

“Kalau tiba-tiba suami harus keluar, yang menggantikannya hanya boleh satu orang dan harus menyertakan surat keterangan bebas COVID 19,” ucapnya lagi.

Oka menyatakan rasa syukurnya bahwa selama hamil hingga paska persalinan, ia tidak terpapar sakit apa pun. Misalnya flu.

“Kalau ada sakit lainnya, akan ada prosedur tambahan lainnya. Jadi alhamdulillah, saya sehat-sehat saja selama hamil hingga melahirkan,” pungkasnya.

COVID-19DKIMelahirkan Saat Pandemi
Comments (0)
Add Comment