Selama PPKM Level 4, Volume Kendaraan di Solo Turun

SOLO – Volume kendaraan di jalanan Kota Solo mengalami penurunan cukup signifikan, selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, yang akan berakhir Minggu (25/7/2021).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Ari Wibowo mengatakan, ada penurunan hampir 100.000 kendaraan, pada data volume kendaraan keluar masuk Kota Solo. Kondisi tersebut dari sebelum PPKM hingga penerapan PPKM Level 4.  Pemerintah, mengumumkan perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus 2021, dengan melakukan sedikit relaksasi di sektor ekonomi mikro dan kecil.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta, rata-rata jumlah kendaraan sebelum masa PPKM sebanyak 246.312 kendaraan per-harinya. Sedangkan untuk jumlah kendaraan, pada masa PPKM Level 4, rata-rata sebanyak 159.100 kendaraan per-hari.

Dengan demikian, ada penurunan jumlah kendaraan sebesar 35,4 persen di masa PPKM Level 4 di Kota Solo, jika dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan kebijakan tersebut. Dari data tersebut, jumlah kendaraan paling sedikit yang keluar masuk di Kota Solo terjadi pada Minggu (11/7/2021), di mana pada saat itu hanya ada 117.270 kendaraan.

Sementara itu, jumlah kendaraan paling banyak yang keluar masuk ke Kota Solo sebanyak 213.458 kendaraan, terjadi pada Kamis (22/7/2021). Pada Sabtu (24/7/2021) atau menjelang berakhirnya PPKM Level 4, jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo mencapai 147.027 kendaraan. “Untuk 25 Juli, masih dalam proses penghitungan karena masih berjalan,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi seiring dengan penutupan sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Slamet Riyadi, Jalan dr Rajiman, dan Jalan Adi Sucipto.  Selain itu, salah satu aturan yang diterapkan selama pelaksanaan PPKM Level 4 adalah, penutupan sementara untuk sektor usaha nonesensial. Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi mengatakan, ada 14 dari 44 pasar tradisional di Kota Solo yang tidak beroperasi selama pelaksanaan PPKM yang berlaku sejak 3 Juli 2021.

Beberapa pasar nonesensial yang tutup selama PPKM tersebut, di antaranya, Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Pasar Nusukan, Pasar Ngudi Rejeki, Pasar Depok, Pasar Kabangan, dan Pasar Elpabes.

Selain itu, juga Pasar Ngarsopuro, Pasar Triwindu, Pasar Cenderamata, Pasar Mebel, Pasar Panggungrejo, Pasar Singosaren, dan kawasan toko emas Coyudan, Nonongan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan jumlah kendaraan masyarakat yang biasanya beraktivitas di pasar-pasar tersebut.(Ant)

Jatengkendaraanmobilitas masyarakatpenutupan jalanPPKM Level 4Solo
Comments (0)
Add Comment