Sepanjang Tahun Ini, 30 Ibu Hamil Meninggal di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Saat seluruh perhatian lebih banyak tercurah pada penanggulangan Covid-19, angka kematian ibu hamil (AKI) di Kabupaten Banyumas juga tinggi. Sejak awal tahun 2021 ini, tercatat sudah ada 30 ibu hamil yang meninggal dunia. Padahal tahun sebelumnya, selama satu tahun hanya ada 11 ibu hamil yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, sebagian ibu hamil yang meninggal dunia juga karena terpapar Covid-19. Sehingga ada sedikit peningkatan jumlah kematian ibu hamil karena dipicu Covid-19.

“Ada beberapa yang juga terkena Covid-19, bahkan Covid-19 mendominasi penyebab kematian ibu hamil sepanjang tahun ini,” jelasnya, Jumat (30/7/2021).

Diakuinya, pendampingan terhadap ibu hamil tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, dibandingkan sebelum pandemi. Sehingga memang dibutuhkan inisiatif dari ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan ataupun berkonsultasi dengan dokter.

Lebih lanjut Sadiyanto mengatakan, kenaikan angka kematian ibu hamil mulai terjadi pada bulan Juni lalu. Dan terus bertambah pada bulan Juli ini, sudah ada 20 orang ibu hamil yang meninggal dunia.

Menurutnya, sebanyak 23 orang meninggal saat kondisi masih hamil, 6 orang meninggal saat masa nifas dan satu orang meninggal saat melahirkan akibat mengalami pendarahan.

“Pada bulan sebelum Juni, dalam satu bulan hanya 1 ibu hamil yang meninggal, kemudian bulan Juni naik menjadi 4 orang dan bulan Juli ini sudah ada 20 ibu hamil yang meninggal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Banyumas, Agus Nugroho mengungkapkan, dari data Dinkes sampai dengan bulan Juli ini, tercatat jumlah ibu hamil di Kabupaten Banyumas mencapai 13.607 orang. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 3.642 orang mempunyai risiko tinggi.

“Jadi ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi ada 26,7 persen, ditambah lagi ada yang terpapar Covid-19. Dari 30 orang ibu hamil yang meninggal dunia, sebanyak 21 orang diketahui positif Covid-19,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, 4 orang ibu hamil yang meninggal dunia disebabkan eklampsia atau mengalami kejang-kejang, satu ibu hamil meninggal akibat pendarahan dan empat lainnya karena penyebab lain. Penyebab lain yang dimaksud adalah mempunyai penyakit diabetes, jantung dan lainnya.

Dengan meningkatnya angka kematian ibu hamil tersebut, maka saat ini Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Tengah untuk angka kematian ibu hamil, setelah Brebes dan Grobogan.

CovidhamilibuJatengmeninggal
Comments (0)
Add Comment