Teknik Proning, Terapi Bagi Pasien Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Teknik proning atau tengkurap berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Teknik ini dapat menjadi terapi bagi pasien Covid-19 yang mengalami sesak napas.

Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada (UGM) dr. Astari Parnindya Sari, M.Sc., Sp.P, saat memaparkan pentingnya teknik proning bagi pasien Covid-19 pada diskusi online tentang penderita sesak napas yang diikuti Cendana News, Jumat (23/7/2021). foto: Sri Sugiarti.

Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada (UGM) dr. Astari Parnindya Sari, M.Sc., Sp.P mengatakan, tidur tengkurap atau posisi proning bisa menjadi terapi bagi pasien Covid-19, yang mengalami sesak napas saat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Teknik ini bisa membantu menaikkan saturasi dalam tubuh,” ujar Astari, pada diskusi online tentang penderita sesak napas yang diikuti Cendana News, Jumat (23/7/2021).

Dikatakan, proning merupakan salah satu teknik yang dianjurkan dalam penanganan pasien Covid-19 yang mengalami sesak nafas atau kekurangan oksigen.

“Teknik proning ini bisa menjadi bentuk pertolongan pertama sebelum pasien Covid-19 mendapatkan dukungan oksigen atau perawatan di rumah sakit,” tukasnya.

Menurutnya, teknik ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan oksigen pada paru bagian belakang atau pada bagian punggung. Sehingga dapat menaikkan suplai oksigen dalam tubuh pasien Covid-19.

Ini mengingatkan, saat tidur dalam posisi terlentang fungsi paru di bagian punggung cenderung kurang bekerja secara maksimal. Sehingga dengan melakukan posisi tengkurap diharapkan dapat memudahkan daerah paru di belakang mengambil oksigen.

Ada tiga posisi tengkurap yang harus dilakukan pasien Covid-19. Yaitu, pertama sebutnya, posisi tengkurap dengan meletakkan bantal di area leher, panggul, dan kaki.

Langkah kedua, adalah tidur menyamping atau miring dengan meletakkan bantal di kepala, pinggang, dan kaki. Sedangkan teknik ketiga, yaitu tidur bersandar pada tumpukan bantal.

“Lakukan masing-masing teknik tengkurap ini secara berkala selama 30 menit atau 60 menit. Teknik proning ini bisa membuka area paru di belakang yang luasannya lebih besar dibanding bagian depan. Ini memudahkan dalam mengambil oksigen dan menaikkan saturasi,” urainya.

Namun demikian menurutnya, dalam melakukan teknik proning harus memperhatikan berapa target oksigen minimal pasien. Karena jika masih terlalu jauh dari target saturasi minimal, maka pasien tetap membutuhkan tambahan oksigen.

Terkait teknik ini dapat membantu pasien sesak nafas, tapi dia tidak menyarankan dilakukan oleh pasien dengan trombosis vena, gangguan tulang, patah tulang punggung dan wanita hamil.

Tim komunikasi Satgas Covid-19, dr. Lula Kamal menambahkan, teknik proning adalah posisi tidur tengkurap yang dapat dilakukan pasien saat mengalami gangguan pernapasan.

“Teknik ini dapat berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen,” ujar dr. Lalu pada acara yang sama.

Pasien Covid-19 yang sedang isoman, kalau tiba-tiba mengalami sesak napas menurutnya, dapat melakukan teknik proning sampai menunggu pertolongan dari tim medis.

“Jadi pasien Covid-19 yang isoman, tiba-tiba sesak napas karena saturisasi oksigen turun, bisa lakukan proning. Teknik ini pertolongan pertama yang bisa dilakukan,” ujar dr. Lula.

Saat melakukan teknik ini, posisi yang harus dilakukan adalah tengkurap, tidur menyamping, dan separuh duduk. “Tiap 30 menit harus mengganti posisi teknik ini dengan teratur,” pungkasnya.

COVID-19JakartaTerapi Covid-19
Comments (0)
Add Comment