Manfaatkan Bawang Merah-Putih sebagai ZPT Organik

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Tidak hanya manusia, tanaman hias pun bisa mengalami stres. Terutama saat dilakukan pindah tanam. Akibatnya, tanaman pun menjadi layu. Hal ini terjadi karena akar pada tanaman membutuhkan penyesuaian dengan tempat yang baru. Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka dikhawatirkan daun akan kering dan tanaman bisa mati.

“Salah satu cara mengatasi, tanaman layu akibat pindah tanam, bisa dengan cara diberi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). ZPT instan atau kimia ini bisa dibeli di toko pertanian, namun jika ingin membuatnya sendiri juga bisa, dengan memanfaatkan bahan bumbu dapur,” papar penggiat sekolah berkebun ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya, saat dihubungi di Semarang, Rabu (4/8/2021).

Dipaparkan, ZPT organik tersebut dapat dibuat dengan menggunakan bawang merah dan bawang putih. “Kedua bahan ini, memiliki peran masing-masing, bawang merah berfungsi sebagai ZPT sementara bawang putih,berfungsi sebagai fungisida organik atau pembasmi jamur pada media tanam.

Penggiat sekolah berkebun ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya, saat dihubungi di Semarang, Rabu (4/8/2021). -Foto Arixc Ardana

Kombinasi kedua bahan alami tersebut, dapat dioptimalkan untuk mengatasi persoalan kelayuan pada tanaman hias.

“Cara membuatnya juga mudah, pertama siapkan bawang merah dan bawang putih, dengan perbandingan 2: 1, artinya jika bawang merah 2 siung maka bawang putih cukup 1 siung. Begitu juga jika 4 siung bawang merah, maka bawang putih hanya 2 siung. Bahan ini kemudian dihaluskan dan campur dengan air satu liter. Jumlah air yang dicampurkan pun menyesuaikan, dengan perbandingan dua kalinya,” terangnya.

Jika larutan ZPT sudah siap, segera digunakan untuk menyiram tanaman yang layu. Syaratnya, penyiraman dilakukan pada sore hari. Hal Ini untuk menghindari penguapan, jika disiramkan pada pagi atau siang hari.

“Gunakan kira-kira 100-200 cc, untuk menyiram media tanam. Usahakan penyiraman pada sore hari, sehingga tanaman memiliki waktu semalaman untuk menyesuaikan diri. Harapannya, pada keesokan harinya sudah segar kembali,” tambah Wahyu.

Selain itu, tempatkan tanaman tersebut ditempat yang teduh atau terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Penyiraman menggunakan ZPT organik tersebut, bisa diulang minggu depannya atau seminggu sekali.

“ZPT ini berfungsi untuk perangsang pertumbuhan tanaman, sekaligus mengurangi stress pada tanaman. Hasilnya bisa dilihat, saat daun atau tanaman kembali segar. Selama proses ini, tetap taruh tanaman di tempat teduh,” tegasnya.

Penggunaan ZPT organik tersebut juga menarik perhatian penggemar tanaman hias, Yuniarti. Diakuinya selama ini, dirinya mengaku sudah beberapa kali menghadapi persoalan kelayuan pada tanaman hias.

“Selama ini, hanya saya siram secara rutin jika ada tanaman yang layu, karena sepengetahuan saya, bisa jadi karena kurang air jadi layu.Namun ternyata tanaman juga bisa stres, sehingga diperlukan ZPT untuk merangsang pertumbuhan dan mengurangi stres,” terangnya.

Di satu sisi, dengan penggunaan ZPT organik, juga menjadi metode yang disukainya, sebab selain bisa membuat sendiri, dengan penggunaan obat alami tersebut, juga tidak berdampak pada lingkungan atau tanaman.

“Sebelumnya, saya juga sudah sering menggunakan bahan organik, seperti cabai, bawang putih, hingga daun sirsak, sebagai pestisida nabati atau organik, namun untuk ZPT organik, belum pernah mencoba. Jadi ini cara yang menarik, dan bisa dipraktikkan. Tidak harus menunggu ada tanaman layu, tanaman sehat pun bisa diperkuat dengan ZPT organik ini,” pungkasnya.

Bawang MerahBawang PutihJatengsemarangZat Pengatur TumbuhZPT Organik
Comments (0)
Add Comment