Pasar Tonggeng Kembali Dibuka, Aktivitas Ekonomi Mulai Bergairah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Ratusan pedagang akhirnya bisa kembali menggelar dagangannya di sepanjang jalan desa Gunung Leutik, Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Aktivitas pasar tonggeng atau pasar dadakan yang digelar setiap Selasa pagi di tempat itu, kini diperbolehkan kembali beroperasi, setelah hampir dua bulan ditiadakan akibat lonjakan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Danang Riandi (38), salah seorang pedagang di sana mengaku senang pasar tonggeng bisa dibuka lagi. Hal tersebut kata Danang, sangat diharapkan oleh para pedagang seperti dirinya, yang memang menggantungkan pendapatan dari hasil berjualan.

Danang Riandi, salah seorang pedagang di pasar tonggeng Desa Gunung Leutik, Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/8/2021). Foto: Amar Faizal Haidar

“Selama tidak ada ada pasar tonggeng saya masih bisa jualan di rumah, tapi kan pembelinya sedikit, beda kalau di pasar begini, pembelinya banyak, ramai. Jadi senanglah ini bisa dibuka lagi,” ujar Danang, Selasa (17/8/2021) di lapaknya.

Danang mengatakan, saat ini kegiatan ekonomi mulai tampak bergairah. Ia bersama para pedagang lainnya pun setiap hari bisa melapak di berbagai pasar tonggeng yang ada.

“Memang pasar tonggeng ini setiap hari ada. Bahkan dalam satu hari ada di beberapa tempat, misalnya hari Selasa ada di sini dan di Desa Cangri. Terkenal pasar tonggeng di Kabupaten Bandung ini. Alhamdulillah, sekarang usaha mulai bagus, semoga tidak ada penutupan-penutupan lagilah,” tukas Danang.

Bukan hanya para pedagang yang antusias dengan dibukanya kembali pasar tonggeng, tapi juga masyarakat. Mirna (31) misalnya, warga desa Gunung Leutik itu menyebut keberadaan pasar tonggeng memudahkan masyarakat untuk menjangkau kebutuhan sehari-hari.

“Jadi kita tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar tradisional. Dan syukurnya di pasar tonggeng ini lengkap, yang jualan sayur ada, makanan ada, pakaian ada, daging ayam ada, perabotan ada, wahana bermain anak juga ada. Lengkaplah,” tutur Mirna.

Hal yang agak disayangkan Mirna justru terkait kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker. Menurutnya, masih banyak masyarakat dan pedagang di sana yang mengabaikan penggunaan masker.

“Kalau kerumunan mah nggak bisa dihindari, namanya juga pasar. Tapi kalau masker harusnya kita pakai semua, jangan sampai nanti malah tinggi lagi kasus coronanya, kan kita juga yang rugi, pasar tonggeng bisa ditiadakan lagi,” pungkas Mirna.

CovidJabarmakananpandemiPasarSayurtonggeng
Comments (0)
Add Comment