PPKM, Pedagang di Pasar Ikan Jayanti Sepi Pembeli

CIANJUR – Pedagang ikan di Pasar Ikan Jayanti, Kecamatan Cianjur, berharap PPKM segera dicabut karena selama penerapan pembatasan, mereka tidak mendapat penghasilan yang cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari akibat sepinya pembeli terutama wisatawan.

Lilis (56) pedagang ikan di Pasar Ikan Pantai Jayanti, yang masih tetap berjualan meski sepi pembeli dengan harapan dapat menjual 2 sampai 5 kilogram ikan yang dijajakan, untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.

Namun sejak satu pekan terakhir, ungkap dia, setiap sore menjelang, dia bersama pedagang lain, menjajakan ikan ke kampung-kampung dengan harga modal.

“Pagi sampai siang hari, kami tetap buka dengan harapan ada pembeli atau wisatawan yang datang. Namun sudah sepekan terakhir, paling banyak yang membeli hanya 2 kilogram, itupun warga sekitar pantai. Tapi menjelang sore kami menjajakan ikan ke kampung dengan harga modal, ” katanya saat ditemui di depan kios ikannya, Rabu.

Berjualan langsung ke warga, hanya dapat menutupi modal belanja ikan esok hari, tidak mendapat keuntungan yang menjanjikan. Namun upaya tersebut, membuat pedagang ikan yang sebelum PPKM dapat membawa keuntungan hingga Rp500 ribu per hari, saat ini, hanya bisa membawa uang Rp50 ribu per hari karena sepinya pembeli terutama wisatawan.

“Keuntungan yang kami dapat hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga sehari. Kalau PPKM berakhir, kami berharap tingkat kunjungan dapat kembali meningkat karena ikan banyak, pembeli tidak ada. Kalau bantuan, kami tidak pernah mendapatkannya, ” katanya.

Sementara Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Balai Perikanan Cidaun, Eli Muslihat, mengatakan sesuai dengan instruksi pemerintah, selama PPKM seluruh kegiatan yang mengundang kerumunan dihentikan, termasuk di kawasan Pantai Jayanti, ditutup sementara, sebagai upaya memutus rantai penularan COVID-19.

Sehingga hal tersebut, membuat kegiatan ekonomi di Pantai selatan Cianjur, terhambat. Meski sejak beberapa pekan terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan cukup tinggi, namun kembali terhambat karena gelombang tinggi, membuat kegiatan nelayan dan pedagang di pantai tersebut, terhenti.

“Kami hanya bisa meminta nelayan untuk bersabar karena ini, demi kesehatan dan keselamatan bersama. Ditambah saat ini, gelombang tinggi, kami minta nelayan untuk tidak dulu melaut. Harapan kedepan, bumi kembali pulih dan Corona hilang, sehingga nelayan dan pedagang dapat beraktivitas normal, ” katanya. (Ant)

ikanJabarPasarPedagang
Comments (0)
Add Comment