Sektor Usaha Terdampak Penyekatan Ruas Jalan di Bandar Lampung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandar Lampung kembali dilakukan penyekatan oleh Polresta Bandar Lampung dan Polda Lampung.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Bandar Lampung tersebut berdampak sejumlah warga harus memilih jalan memutar. Bagi sejumlah pelaku usaha, penyekatan sejumlah jalan berimbas sepinya konsumen.

Hartinah, pedagang buah di pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang menyebut penutupan ruas jalan dilakukan sejak Minggu (8/8). Ia menyebut sejumlah ruas jalan yang disekat memakai water barrier membuat pelanggan sepi. Ruas jalan yang disekat meliputi Jalan Pangeran Dionegoro, Jalan Cut Nyak Dien. Jalan Radin Inten, Jalan Sudirman yang menjadi akses menuju pasar.

Dampak tidak langsung sebut Hartinah distributor buah asal Jawa harus melintas jalan lebih jauh. Pelanggan yang sebagian memakai kendaraan mobil sebutnya tidak bisa menjangkau sejumlah titik. Sebagian warga memilih ruas jalan yang bisa dilintasi hanya untuk kendaraan roda dua. Ia mengaku tidak mendapat informasi penyekatan jalan akan berlangsung hingga kapan.

“Pelaku usaha pertanian penjualan buah sangat terdampak oleh penutupan sejumlah ruas jalan di kota Bandar Lampung terutama berkurangnya jumlah konsumen terutama pada ruas jalan satu arah, meski memutar namun sebagian pelanggan dengan kendaraan mobil tidak bisa menjangkau sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan,” terang Hartinah saat ditemui Cendana News, Senin (9/8/2021).

Pedagang buah segar, Hartinah di Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang, Bandar Lampung memanfaatkan berjualan di trotoar untuk mendapat pelanggan meski ada penyekatan, Senin (9/8/2021). -Foto Henk Widi

Hartinah menyebut imbas penyekatan berdampak bagi sejumlah pelaku usaha. Selain di dalam kota akses masuk dari luar wilayah Bandar Lampung juga disekat. Sejumlah titik tersebut berada di BKP Kemiling, Tugu Raden Intan Rajabasa, Jalan Ryacudu exit Tol Kotabaru, Pos lapangan Baruna Panjang. Ia mengaku penyekatan selama PPKM Level 4 menurunkan omzet bagi usaha penjualan usaha.

Pelaku usaha lain, Subagio di Jalan Sudirman menyebut akses menuju kawasan itu disekat. Tiga penyekatan dimulai dari titik Puskesmas Satelit hingga bundaran Gajah. Sejumlah pelanggan yang akan datang ke toko penjualan barang kebutuhan pokok sebutnya harus berjalan memutar. Ia menyebut banyaknya akses jalan alternatif di Pahoman, Enggal digunakan masyarakat.

“Pengendara roda dua masih bisa melintas namun kendaraan roda empat harus memutar lebih jauh,” bebernya.

Dampak bagi pelaku usaha besar, pusat perbelanjaan di Jalan Kartini, Central Plaza sebagian harus tutup. Salah satu gerai dari pusat perbelanjaan modern bahkan harus pindah ke pulau Jawa. Sebagian usaha penjualan makanan yang tetap beroperasi hanya melayani pemesanan makanan take away atau dibungkus. Pembatasan kunjungan ke sejumlah pusat perbelanjaan juga memberi dampak bagi juru parkir.

Unas, juru parkir di dekat pusat perbelanjaan Central Plaza mengaku pengunjung berkurang. Imbasnya sebagai juru parkir ia hanya bisa mendapat penghasilan puluhan ribu. Normalnya sebelum PPKM ia masih bisa mendapat hasil ratusan ribu. Ditutupnya sejumlah toko berimbas masyarakat yang memarkirkan kendaraan berkurang.

“Dampaknya semua sektor sangat terpengaruh apalagi akses masuk melalui sejumlah titik jalan ditutup sementara,” ulasnya.

Meski titik penyekatan lebih terbatas daripada sebelumnya, pelaku usaha di Jalan Sriwijaya juga terdampak. Hendrawan, pedagang makanan ringan yang biasa memanfaatkan waktu di sekitar taman Gajah harus menerima kenyataan jumlah pelanggan berkurang. Ia menyebut penyekatan sejumlah titik jalan rencananya akan berlangsung hingga sepekan.

Dampak penyekatan ruas jalan menuju luar kota Bandar Lampung juga diakui oleh Hardianto. Pengemudi travel trayek Rajabasa ke pelabuhan Bakauheni itu mengaku penyekatan jalan dilakukan personil gabungan TNI, Polri di pos lapangan Baruna, Panjang. Normalnya saat tahun baru Islam 1443 Hijriah banyak warga bepergian. Namun di Pelabuhan Bakauheni ia hanya mendapatkan penumpang terbatas.

Bandar LampungpenyekatanPPKM Level 4Sektor Usaha
Comments (0)
Add Comment