Tren Berkebun Meningkat, Penjualan Bibit Tanaman Terdongkrak

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG —- Tren berkebun di tengah masyarakat terus meningkat, terlebih semenjak adanya pandemi covid-19. Hal tersebut pun berdampak pada penjualan produk pertanian, termasuk permintaan bibit tanaman hingga pupuk yang terus meningkat.

“Tren berkebun saat ini masih stabil, bahkan cenderung meningkat. Tidak hanya pada tanaman hias, namun juga pada tanaman budidaya. Terutama tanaman buah, seperti jambu kristal, jambu air, kelengkeng, alpukat, mangga, jeruk. Ini banyak yang mencari,” papar petani sekaligus pedagang tanaman, Sartono, saat ditemui di Semarang, Selasa (3/8/2021).

Dipaparkan, bibit tanaman tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu per pohon. Tergantung dari ukuran tanaman dan jenisnya.

“Paling murah bibit jambu kristal, Rp 25 ribu – Rp 50 ribu, sementara paling mahal bibit kelengkeng Rp 75 ribu – Rp 125 ribu. Khusus untuk jenis kelengkeng merah Rp 150 ribu,” terangnya.

Tono, panggilan akrabnya, menjelaskan dalam seminggu, dirinya setidaknya bisa menjual antara 20-30 bibit dari beragam jenis. Itu hanya untuk penjualan di tempat, artinya pembeli datang langsung ke lapaknya berjualan.

“Selain itu, saya juga melayani penjualan ke luar kota, atau pengiriman. Terkadang saya kirim paket, atau kalua jumlahnya banyak, lebih dari 10, saya antarkan sendiri ke pembeli,” terangnya.

Dijelaskan, untuk memperluas pemasaran, dirinya pun memanfaatkan media sosial ataupun aplikasi pesan digital.

“Jika dibandingkan sebelum pandemi, lalu ada tren berkebun, ya kira-kira penjualan saat ini naik hampir dua kali lipatnya,” tandasnya.

Bibit tanaman yang dijualnya tersebut, rata-rata diambil dari wilayah Tawangmangu Karanganyar, hingga Jawa Timur.

Hal senada juga disampaikan petani dan pedagang tanaman lainnya, Sigit Purnama. Dijelaskan, selama pandemi, penjualan produk pertanian dari usaha yang dijalankannya justru meningkat.

“Penjualannya naik 2-3 kali lipat, meski pad awal –awal pandemi juga ikut terimbas, namun sekarang justru malah naik. Tidak hanya bibit tanaman, namun juga produk pertanian, khususnya buah-buahan dan hasil empon-empon,” terangnya.

Sedangkan untuk jenis bibit tanaman yang paling banyak dijual, Sigit mengaku beragam, namun terbanyak pohon jambu kristal, durian, jeruk, alpukat dan stroberi.

“Stroberi ini lagi tren di kalangan masyarakat, jadi permintaan bibitnya cukup tinggi. Dalam sebulan terakhir ini, saya sudah menjual hampir 100 bibit stroberi. Ini karena harganya juga terjangkau Rp 25 ribu per bibit, selain itu perawatannya juga mudah, asal rutin disiram, tanaman sudah bisa hidup dan berbuah,” ungkapnya.

Sigit pun mengaku bersyukur, di tengah pandemi covid-19, dengan daya beli masyarakat yang relatif menurun, namun penjualan produk pertanian khususnya bibit tanaman dan buah-buahan, bisa tetap stabil dan justru meningkat.

“Ya, saya sebagai petani sekaligus pedagang, berharap tren berkebun atau pertanian ini tetap tinggi, meski nantinya pandemi sudah berakhir, sehingga permintaan akan bibit tanaman ataupun hasil pertanian tetap tinggi,” tandasnya.

berkebunBibit tanamanJatengsemarang
Comments (0)
Add Comment