Ada Tiga Ruang Kelas Ambruk di Kudus, Terjadi di Tiga Sekolah Berbeda

KUDUS Jumlah ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), yang ambruk karena faktor usia ada di tiga. Ketiga ruang kelas tersebut ada di tiga SD yang berbeda.

“Sebelumnya ruang kelas ambruk diketahui di SD 4 Prambatan Lor dan SD 1 Garung Lor. Ternyata masih ada lagi di SD 1 Terban, Kecamatan Jekulo, yang juga ambruk. Hal ini menunjukkan kinerja pemda setempat yang kurang bagus karena rata-rata kerusakannya terjadi sudah lama,” kata Wakil Ketua DPRD Kudus, Ilwani, di sela-sela peninjauan ruang kelas ambruk di SD 1 Terban bersama dua Wakil Ketua DPRD Kudus lainnya, Tri Erna Sulistyawati dan Sulistyo Utomo, Rabu (15/9/2021).

Seharusnya, hal demikian bisa diantisipasi, jika proses penganggaran untuk perawatan dilakukan dengan benar. Apalagi, struktur APBD Kudus tahun ini mengalami beberapa kali perubahan, melalui mekanisme refocusing maupun penjabaran. Sehingga seharusnya SD yang rusak parah, bisa tetap mendapatkan alokasi anggaran, karena perbaikan sekolah menjadi kegiatan prioritas.

Tri Erna Sulistyowati menambahkan, dalam penyusun anggaran, Pemkab Kudus seharusnya bisa memilah program kegiatan yang benar-benar prioritas, mengingat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun ini cukup banyak. “Kenapa sekolah yang bangunannya masih bagus justru dibangun, sedangkan yang rusak malah luput dari perhatian,” tandasnya.

Untuk itu, Pemkab Kudus didesak secepatnya menangani kerusakan ruang kelas SD yang ambruk, maupun yang rusak parah. Salah satunya, memanfaatkan Dana Tak Terduga (TT), karena belum terpakai.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus, Zubaidi, membenarkan adanya kerusakan bangunan ruang kelas di SD 1 Terban. “Sekolah tersebut juga sudah masuk dalam daftar kami dan sebelumnya juga sudah dilaporkan ke dewan. Hanya saja, kami belum bisa memastikan kapan sekolah tersebut bisa dibangun,” ujarnya.

Ketua Komite SD 1 Terban, Supeno mengungkapkan, ambruknya atap ruang kelas tersebut terjadi pada Januari 2021. “Saat kejadian memang tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah karena masih daring,” katanya. (Ant)

DAKJatengKudusruang kelas ambrukSDsekolah rusak
Comments (0)
Add Comment