Bendung Impor, Pemerintah Harus Bentuk Ekosistem Ketahanan Pangan

JAKARTA – Untuk membendung impor pangan, pemerintah Indonesia harus membentuk ekosistem pangan yang tersinkronisasi dari hulu hingga hilir.  

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GPMMI), Adhi S Lukman, mengatakan kalau pemerintah ingin membentuk ekosistem ketahanan pangan dalam negeri, perlu ada sinkronisasi dari hulu hingga hilir. Mengingat hingga saat ini Indonesia dalam pemenuhan pangan dan bahan baku masih banyak tergantung dari impor.

“Ekosistem ketahanan pangan itu harus dibangun, sinkronisasi dari hulu ke hilir, agar tidak tergantung dari impor dalam pemenuhan pangan kita,” ujar Adhi, kepada Cendana News saat dihubungi, Senin (27/9/2021).

Dikatakan dia, jika industri pangan di hilir terus berkembang, tetapi di hilir tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan baku, hal ini tentu akan menjadi masalah bagi produktivitas pangan.

“Nah ini masalah, makanya dari tahun ke tahun impor kita terus meningkat. Ya, karena kalau kita lihat konsumsi pangan negeri pengeluaran penduduk per kapita itu 50 persen untuk pangan, dan kontribusi pangan olahan itu agregat 35 persen, dan pangan segar 65 persen,” ungkapnya.

Dari catatannya, dia menjelaskan, bahwa  tahun 2021 ini hingga semester I investasi industri makanan dan minuman meningkat 84 persen.

DKIGPMMIImporJakartaPangan
Comments (0)
Add Comment