BST COVID-19 Sudah Dihentikan

JAKARTA – Dinas Sosial DKI Jakarta menyebut, Bantuan Sosial Tunai (BST), untuk warga terdampak COVID-19 sudah dihentikan. Saat ini, bantuan sosial yang masih ada di program Kementerian Sosial hanya, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Bu Mensos bilang saat ini hanya Bansos PKH dan BPNT, kita ikut kebijakan pemerintah pusat untuk BST tersebut dihentikan dan kami sudah buat pengumumannya,” kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari, Kamis (23/9/2021).

Premi menyebutkan, PKH dan BPNT tersebut memang program rutin yang dijalankan oleh Kementerian Sosial dengan penyaluran oleh pemerintah daerah, yang sudah berjalan sejak sebelum pandemi COVID-19. Terkait dengan kemungkinan dilanjutkannya program BST, Premi menyebut, hal tersebut harus ada kebijakan dari pemerintah pusat sendiri. “Jadi untuk BST itu kita tunggu saja kebijakan pemerintah pusat, karena meski sumber dananya dari pusat dan APBD, kalau Kemensos-nya enggak ada, berarti DKI-nya juga enggak ada,” kata Premi.

Sebelumnya, Kementerian Sosial tak lagi melanjutkan penyaluran BST COVID-19, karena hanya diberikan pada saat kedaruratan saja. “BST cuma dua bulan. Jadi kemarin awal 2021 cuma empat bulan Januari sampai April, ditambah dua bulan karena PPKM darurat, Mei dan Juni,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selasa (21/9/2021).

Risma menegaskan, penyaluran BST hanya disebabkan jika terjadi kegawatdaruratan di masa pandemi COVID-19. “Sudah, saya enggak berani. Itu emang BST penyalurannya disebabkan untuk pandemi,” tandasnya.

Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), adalah salah satu jaring pengaman sosial untuk keluarga miskin, agar dapat memperkuat daya beli, meningkatkan nutrisi, meningkatkan gizi serta daya tahan tubuh anak, ibu hamil serta penyandang disabilitas berat dan lanjut usia.

Selain itu, juga untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan menjaga pendapatan, serta pengeluaran keluarga miskin agar terhindar dari risiko sosial dalam masa pandemi. Bantuan sosial PKH, disalurkan setiap bulan secara non tunai ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui e-warong/agen bank, ATM dan Teller Bank dan dapat diambil menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Sementara, BPNT, atau bantuan sosial kepada masyarakat yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan sosial. Bantuan disalurkan secara non tunai, yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui uang elektronik. Bantuan tersebut, selanjutnya digunakan untuk membeli bahan pangan yang telah ditentukan di e-warong. Di 2020, dalam rangka mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan, maka program BPNT dikembangkan menjadi program Sembako.

Dengan program sembako, indeks bantuan yang semula Rp110.000 per-KPM per-bulan, naik menjadi Rp150.000 per KPM per bulan. Selain itu, program sembako memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli seperti sayur-mayur, buah-buahan, beras, kacang-kacangan, telur, daging sapi dan lain-lain. (Ant)

BST COVID-19coronaCOVID-19DinsosJakartaKemensospandemi
Comments (0)
Add Comment