KIFC Diharap Berkontribusi Lawan Krisis Iklim Global

JAKARTA – Menteri Kehutanan Korea, Byeong am-Choi, mengharapkan Korea-Indonesia Forest Center (KIFC) dapat berkontribusi dalam melawan krisis iklim global.

“KIFC diharapkan dapat meningkatkan kerja sama kehutanan antara kedua negara, dan ikut dalam melawan krisis iklim global,” ujar Byeong am-Choi dalam peringatan “Korea-Indonesia Cooperation: 10 years of Green Partnership and the Way Forward” dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Ia menambahkan, KIFC memiliki peran penting dalam melaksanakan program di bidang kehutanan, yang menjadi kerja sama antara kedua negara.

“Melalui KIFC, pemerintah Korea dapat membagikan pengalaman keberhasilan restorasi hutan,” katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan restorasi lahan gambut di Jambi, lahan gambut terluas ke empat.

“Saya percaya dengan melindungi lahan gambut akan memberikan dampak yang besar dalam perubahan iklim,” ucapnya.

Sebagai negara yang kaya akan hutan dengan populasi penduduk terpadat ke empat dunia serta pemimpin ekonomi di Asean, menurut Byeong am-Choi, Indonesia merupakan partner penting bagi Korea.

Ia juga berharap, KIFC dapat mengidentifikasi proyek baru kehutanan dan menyelesaikan secara keseluruhan proyek restorasi lahan gambut.

“Saya berharap, kegiatan ini akan menjadi contoh utama dalam green partnership dan mempererat persahabatan dua negara,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menyampaikan fungsi Korea-Indonesia Forest Center (KIFC) perlu terus diperkuat dalam memfasilitasi dan menyediakan program prioritas di bidang kehutanan.

“Fungsi KIFC dalam memfasilitasi dan menyediakan dukungan untuk pelaksanaan program kolaboratif perlu terus diperkuat, sejalan dengan program prioritas di bidang kehutanan,” ujar Menteri Siti. (Ant)

DKIhutanJakartaKIFCKorea
Comments (0)
Add Comment