Menikmati Enaknya Jagung Bose Khas NTT

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Jagung bose merupakan salah satu makanan khas masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terbuat dari jagung dan biasanya ditambahkan juga dengan kacang-kacangan.

“Jagung bose biasanya dibuat dari jagung baik jagung kuning maupun jagung berwarna putih,” kata Maria Wiliborda Parera, warga kelurahan Wairotang, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di rumahnya, Sabtu (11/9/2021).

Warga Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Maria Wiliborda Parera saat ditemui di rumahnya, Sabtu (11/9/2021). Foto: Ebed de Rosary

Untuk membuat jagung bose terang Maria, pertama-tama siapkan jagung bose yang telah ditumbuk hingga pipih.

Jagung ini kata dia, bisa dibeli di pasar tradisional yang ada, termasuk di Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka dengan harga yang tergolong murah.

Maria menjelaskan, rendam jagung bose tersebut ke dalam air dan biarkan hingga semalaman agar jagung tersebut menjadi lembek.

“Setelah itu angkat jagung tersebut lalu cuci hingga bersih. Masukkan jagung ke dalam panci lalu rebus hingga setengah matang,” ungkapnya.

Maria berpesan, usahakan jagung yang direbus tersebut tetap diaduk agar jangan sampai gosong atau hangus.

Ia sarankan, selalu tambahkan air secukupnya bila air di panci sudah kering tetapi jagungnya belum matang.

Selanjutnya, siapkan santan kelapa dari kelapa asli, biasanya kelapa yang sudah diparut pun dijual di pasar tradisional.

“Agar rasanya lebih lezat dan enak, usahakan menggunakan santan dari kelapa asli. Di pasar tradisional banyak dijual kelapa parut,” ungkapnya.

Maria melanjutkan, setelah jagung yang direbus sudah hampir matang, masukkan santan kelapa ke dalamnya lalu aduk hingga merata.

Ia berpesan, masukkan garam, penyedap rasa secukupnya sambil diaduk hingga merata dan matang, lalu angkat dan hidangkan.

“Bila menggunakan kacang nasi, maka rendam kacang juga sebelum dimasak. Saat jagung sudah agak lembek baru kacang dimasukkan sebab kacang mudah lembek,” sarannya.

Seorang penjual jagung bose di Pasar Alok Maumere, Herlina Dua Wisang menyebutkan, untuk membuat jagung agar bisa dimasak menjadi jagung bose, maka jagung harus ditumbuk terlebih dahulu.

Herlina menjelaskan, jagung ditumbuk menggunakan alu di lesung hingga pipih atau pecah menjadi beberapa bagian tetapi kulit arinya masih melekat.

“Angkat jagung tersebut lalu tapis menggunakan nyiru. Jagung ini pun siap dijual kepada pembeli di pasar. Ada jagung berwarna putih, kuning bahkan ada jagung merah,” ucapnya.

Biasanya sebut Herlina, jagung bose dijual pedagang dengan 3 muk atau gelas berukuran kecil seharga Rp10 ribu.

Ia mengakui, setiap hari Sabtu atau Minggu selalu saja banyak warga yang membeli jagung bose untuk dimasak dan dimakan bersama keluarga.

“Kalau di Kota Maumere jarang sekali orang menjual jagung bose yang sudah dimasak. Kecuali ada pesanan terlebih dahulu baru penjual aneka kuliner akan membuat,” ungkapnya.

alokJagungKelapamaumereNTTPasarsantan
Comments (0)
Add Comment