Pedagang Tanaman Bunga di NTT Datangkan Bibit dari Jawa

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Belum tersedianya kebun pembibitan tanaman bunga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membuat para penjual bunga terpaksa membeli bibit dan anakan dari Pulau Jawa.

“Saya biasa memesan bibit dari pedagang di Pulau Jawa. Nanti baru saya semai sendiri di polibag, baru dijual,” sebut John Oriwis, pedangang bunga di Kabupaten Sikka, saat ditemui di Kelurahan Wairotang, Selasa (21/9/2021).

John menjelaskan, pengiriman barang menggunakan jasa perusahaan pengiriman, sehingga ongkos kirim lebih mahal daripada harga bibitnya.

Ia menambahkan, banyak penjual bunga juga membeli bunga yang sudah ditanam di polybag dengan risiko kerusakan atau kematian sangat besar.

Penjual bunga di Kelurahab Wolomarang, Kabupaten Sikka, NTT, John Oriwis, saat ditemui di Kelurahan Wairotang Kota Maumere, Selasa (21/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Kadang waktu perjalanan truk logistik paling lama seminggu, sehingga bunga rentan mati. Kalau banyak bunga yang mati, maka penjual akan menaikan harganya agar bisa untung ,” ucapnya.

John menyebutkan, bila di Kabupaten Sikka atau NTT ada kebun pembibitan bunga, maka penjual tidak perlu mendatangkan bunga dari Pulau Jawa lagi.

Lanjutnya, banyak penjual bunga yang mendatangkan anakan dari Pulau Jawa tidak berani memasarkan lewat media sosial, karena harus dihitung cermat harga jualnya setelah dipotong banyaknya bunga yang mati selama pengiriman.

Dirinya mengaku memiliki niat untuk membuat kebun pembibitan, namun masih terkendala pekerjaannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka.

“Saya melihat bisnis kebun pembibitan bunga sangat bagus, karena di NTT belum ada kebun pembibitan sendiri. Biasanya kalau bibit sudah dipesan kami semai untuk dijual dan disisakan sedikit untuk bibit,” ucapnya.

Sementara itu, Bosco, penjual bunga lainnya di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, mengaku dirinya hanya melakukan pembibitan untuk bunga yang mudah dijumpai di Kabupaten Sikka.

Dirinya mengaku tidak memiliki dana banyak kalau harus memesan bibit atau anakan bunga dari Pulau Jawa, sebab bunga yang banyak dibeli rata-rata berharga murah.

“Paling saya hanya lakukan pembibitan untuk beberapa jenis bunga saja seperti keladi yang banyak dicari pembeli. Rata-rata pembeli maunya cari bunga yang murah dengan harga maksimal Rp50 ribu per pot,” ucapnya.

bibitbungaNTTPedagangSikkatanaman
Comments (0)
Add Comment