Pemkot Semarang Dorong Penerapan BGH Wujudkan Kelestarian Lingkungan

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 24/2019 tentang Bangunan Gedung Hijau (BGH), mendorong agar seluruh bangunan di Kota Semarang menerapkan regulasi tersebut. Hal ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung kelestarian lingkungan, sekaligus penghematan sumber daya alam yang ada.

“Bila bangunan atau gedung di Kota Semarang mampu memenuhi persyaratan BGH sesuai perwal tersebut, maka  setiap tahunnya Kota Semarang berpotensi menghemat sekitar 27 persen konsumsi air, 28 persen pemakaian listrik, dan penurunan emisi karbon hingga 28 persen,” papar Plt Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, M Irwansyah.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, M Irwansyah, dan pembicara lainnya, dalam Workshop Bangunan Hijau ‘Kesiapan Arsitek dalam Perancangan Bangunan Hijau’, yang digelar secara daring di Semarang, Rabu (15/9/2021). –Foto: Arixc Ardana

Hal tersebut disampaikannya dalam webinar Workshop Bangunan Hijau ‘Kesiapan Arsitek dalam Perancangan Bangunan Hijau’, kerja sama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah dengan International Finance Corporation (IFC), yang digelar secara daring di Semarang, Rabu (15/9/2021).

“Ini merupakan hasil kajian dari teman-teman IFC, dari sektor bangunan gedung dibandingkan dengan praktik pada umumnya,” lanjutnya.

Hal tersebut sesuai Perwal Semarang No. 24/2019, terkait efisiensi energi dan air, juga selaras dengan Permen PUPR No. 2/PRT/M/2015 tentang BGH, yang mengatur tentang efisiensi penggunaan air, pemakaian material ramah lingkungan, pengelolaan sampah hingga manajemen air limbah.

Irwansyah menegaskan, dengan pengaturan BGH tersebut diharapkan setiap ada pembangunan gedung baru dalam mewujudkan BGH, sehingga dapat mendorong penghematan energi, air dan sumber daya lainnya di Kota Semarang.

“Nantinya, dengan aturan ini dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, sekaligus mewujudkan lingkungan kota yang berkelanjutan,” tegasnya.

Adanya regulasi terkait BGH, pada saat mengurus proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akan ada tim ahli BGH yang melakukan pendampingan.

Secara garis besar, regulasi tersebut dikhususkan untuk bangunan gedung besar dengan luasan di atas 5.000 meterpersegi. Ada 16 persyaratan teknis yang harus dipenuhi mencakup 6 aspek, yaitu selubung bangunan, sistem pengkondisian udara, pencahayaan, transportasi, penghematan air, dan kualitas udara dalam ruang.

BGHenergiJatengSDAsemarang
Comments (0)
Add Comment