Sejak Diluncurkan, BogorHitz Sudah Menampung 300 UMKM

BOGOR – Platform pasar digital yang dibuat Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dengan swasta, BogorHitz, telah berhasil menampung dan memberdayakan sekira 300 pelaku UMKM.

Jumlah tersebut adalah akumulasi, sejak peluncuran dilakukan pada akhir Agustus lalu. “Jumlah partisipan UMKM di BogorHitz bertambah terus,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba, Rabu (15/9/2021).

Samson menyampaikan, sebagai langkah sosialisasi digitalisasi pemasaran produk UMKM, hampir 1.000 pelaku usaha yang mendapat pelatihan. Kegiatan dilakukan dengan webinar, agar mampu menggunakan aplikasi daring, khususnya BogorHitz. “Kami juga menggandeng perusahaan telekomunikasi, ada pelatihan tentang transaksi keuangan,” tambahnya.

Marketplace BogorHitz diluncurkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, pada 30 Agustus 2021. Keberadaanya untuk memfasilitasi berbagai pelaku UMKM lokal Bogor, agar mampu menembus pasar lokal, nasional, dan internasional.

Peluncuran Bogorhitz, bertujuan menciptakan kekuatan lokal bersama untuk membawa Kota Bogor sebagai satu unit ekonomi ke pasar lokal, nasional, dan internasional. Platform ini diwujudkan secara bersama dan kolaboratif, antara Pemerintah Kota Bogor, PT Bawa Indonesia Global, dan kalangan bisnis lokal Bogor.

Samson menambahkan, saat ini BogorHitz sedang dikembangkan perusahaan internasional, untuk menjangkau pemasaran produk UMKM yang lebih luas. Upaya ini penting, mengingat keseluruhan transaksi saat ini mengarah pada layanan secara digital. Dan Pemerintah Kota Bogor harus mengupayakan langkah terbaik, untuk menggiring gairah perekonomian masyarakat selama masa pandemi.

Pelatihan dilakukan secara guyub, untuk menarik perhatian pelaku UMKM Kota Bogor, yang berjumlah sekitar 45.000. Dari jumlah tersebut, 75 persen di antaranya adalah usaha kuliner, lima persen usaha ekonomi kreatif, sisanya bidang event organizer dan bidang jasa lainnya. Pemerintah Kota Bogor menggandeng semua perusahaan, terkait pelatihan secara daring, untuk menghemat anggaran, ruang dan waktu yang terbatas. Seminggu sekali, Dinas Koperasi UMKM Kota Bogor bisa menyebar ribuan SMS, untuk menjaring pelaku usaha bergabung dalam pelatihan.

Meski demikian, akhirnya yang mengikuti pelatihan rata-rata setiap minggu hanya ratusan. “Siang tadi, tepat sedang ada pelatihan yang ikut gabung ada 120 orang, kita sebar link undangan sudah 3.005 SMS, berapa jam hanya untuk sebar linknya itu,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Bogor di era digital ini disebut Samson, telah berupaya untuk mendorong usaha ekonomi kreatif, karena potensi dan peluangnya masih cukup besar. Potensi ini menarik untuk dikembangkan lebih lanjut, dibandingkan dengan usaha kuliner yang sudah mendominasi sebanyak 75 persen, dengan risiko usaha yang lebih tinggi. “Usaha kuliner, banyak yang cepat basi kalau tidak habis, kalau ekonomi kreatif tidak,” ujarnya.

Saat ini, hal terpenting bagi pelaku usaha adalah, bisa menekuni dan membuka tambahan jaringan, baik pemasaran daring maupun menjajakan secara langsung. (Ant)

bogorhitzera digitalJabarKota BogorPelatihanpemasaran digitalplatform market placeUMKM
Comments (0)
Add Comment