Tanaman Tembakau dan Cabai di Situbondo Terancam Rusak

Editor: Koko Triarko

SITUBONDO – Musim kemarau dimanfaatkan oleh warga Desa Melandingan, Kecamatan Melandingan, Situbondo, untuk menanam tembakau dan cabai. Namun, ternyata hujan mulai turun sehingga banyak petani terkena dampaknya.

Misradi, warga Desa Melandingan, mengatakan tanaman tembakau miliknya di lahan pribadi seluas 400 meterpersegi, terpaksa gagal panen akibat turun hujan yang relatif lama.

“Hujan saat itu terjadi dari jam dua siang hingga tengah malam di desa sini,” ujar Misradi, Rabu(15/9/2021).

Misradi menambahkan, guyuran hujan yang terjadi cukup lama mengakibatkan lahan miliknya tergenang air. Hal itu karena tidak ada aliran air yang terhubung ke drainase di sekitar lahan.  Selain itu, hujan terjadi secara tiba-tiba.

“Sebelumnya, keadaan terik matahari sangat cerah. Tanda-tanda akan adanya hujan pun tidak terlihat. Namun, seketika angin kencang datang bersamaan dengan hujan turun yang sangat deras,” ucapnya.

Hafid membenahi bibit cabai miliknya yang rusak akibat hujan dengan intensitas tinggi di Desa Selomukti, Kecamatan Melandingan, Situbondo, Rabu (15/9/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

Karena hujan sampai tengah malam, ia memutuskan keesokan harinya mendatangi sawah. Dan, ternyata benar dugaannya, tanaman tembakau yang terkena hujan, rusak.

Menurut Misradi, upaya yang bisa dilakukan untuk sementara membiarkan tanaman tembakau terkena paparan sinar matahari.

Sementara itu, Hafid, petani cabai di Desa Selomukti, Kecamatan Melandingan, juga mengalami hal yang sama. Cabai miliknya terkena hujan. Ia pun segera mengeluarkan air yang menggenang di area lahan.

“Cabai yang saya tanam masih belum begitu besar pohonnya, semoga saja tidak memiliki dampak besar akibat terkena air hujan,” ucapnya.

Untuk mengurangi  genangan air, Hafid mengaku menjebol beberapa titik sawah sebagai aliran air keluar, agar genangan air tidak makin merusak tanaman cabai miliknya.

CuacahujanJatimpetanisitubondoTembakau'Cabai
Comments (0)
Add Comment