Bakar Sampah Plastik Suhu Rendah Berbahaya untuk Manusia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO –Sampah plastik yang menggunung, seringkali dibakar untuk memusnahkannya. Pembakaran sampah dengan cara tradisional ini masih kerap dijumpai pada lingkungan masyarakat kita. Padahal membakar sampah plastik dengan suhu rendah atau di bawah 600 derajat celcius berbahaya untuk manusia.

Pemerhati lingkungan, Lilik Darmawan S.Si, MIKom mengatakan, membakar sampah plastik tidak boleh sembarangan, karena dapat menimbulkan pencemaran dan membahayakan manusia. Ada aturan-aturan khusus yang harus dipatuhi untuk melakukan pembakaran sampah plastik dan hal tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Pemerhati lingkungan, Lilik Darmawan SSi, MIKom di Purwokerto, Rabu (27/10/2021). Foto: Hermiana E.Effendi

“Dari referensi yang saya baca, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan bahwa pembakaran sampah plastik harus dilakukan pada suhu 600 derajat celcius supaya tidak menghasilkan dioksin. Sebab, dioksin ini dapat menyebabkna efek kesehatan yang merugikan manusia, seperti masalah hormon, infertilitas dan lainnya, sehingga harus dihindari,” jelasnya, Rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut Lilik menerangkan, selain ketentuan suhu pembakaran, pola pembakaran plastik juga harus dilakukan dengan alat khusus, misalnya pembangkit listrik tenaga sampah yang bisa membakar di atas suhu 700 derajat celcius.

Menurutnya, terkait aktivitas pembakaran sampah ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 pasal 29 tentang pengelolaan sampah.

Pada pasal 29 secara tegas disebutkan tentang berbagai larangan seputar sampah, mulai dari mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun, mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan hingga membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

“Jadi sudah sangat jelas, bahwa aktivitas pembakaran sampah plastik yang tidak sesuai dengan aturan, merupakan sebuah pelanggaran terhadap UU. Hanya saja, hal ini perlu lebih banyak disosialisasikan oleh pemerintah daerah, untuk meminimalkan adanya pembakaran sampah plastik di masyarakat,” tuturnya.

Lilik mengaku sangat memahami kesulitan untuk mengatasi sampah, terutama sampah plastik yang dialami oleh banyak pemerintah daerah. Meskipun begitu, solusi yang dilakukan sebaiknya tidak dengan menimbulkan pencemaran baru.

Dan sebelum memutuskan untuk menerapkan suatu bentuk inovasi penanganan sampah plastik, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian serta pendalaman terkait aturan-aturan seputar pengelolaan sampah.

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, untuk pembakaran sampah plastik ada tiga aturan yang harus dipatuhi, yaitu dibakar dalam suhu tinggi, time of trasmisi atau waktu pembakaran minimal 2 detik saat terkena api, serta dibakar dalam dua ruangan melalui dua kali pembakaran yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Memang saratnya cukup banyak untuk pembakaran sampah plastik, harus ada uji emisi terlebih dahulu dan di Indonesia belum ada laboratorium untuk uji dioksin/furan,” katanya.

detikgentengJatengPlastikSampahsuhu. aturan
Comments (0)
Add Comment