Menikmati Kicauan Burung di Pasar Karimata Semarang

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk menikmati liburan bersama keluarga. Serunya, keakraban tersebut tidak harus dengan pergi ke obyek wisata. Salah satunya di pasar burung Karimata, Semarang.

Keberadaan pasar burung terceras di Kota Semarang tersebut, menjadi magnet bagi para penggemar burung di Kota Semarang dan sekitarnya.

Ratusan bahkan mungkin ribuan burung dari berbagai jenis bisa ditemukan di pasar yang terletak di kawasan Jalan Kartini Semarang tersebut.

Mulai dari burung jalak, cucak rowo, parkit, love bird, perkutut, penthet, kutilang, murai, kenari, kecer, kolibri, kacer, sampai anis merah, semuanya ada.

Maka, tidak mengherankan jika suasana di pasar Karimata tersebut, layaknya sebuah pementasan konser kicau burung dari beragai jenis. Belum lagi gerak-gerik aneka burung, juga mampu menarik perhatian para pengunjung.

Tidak hanya bagi penggemar burung kicau, namun juga bagi anak-anak.

“Setiap saya mau pergi ke pasar burung Karimata, anak saya selau ikut atau saja ajak. Selain menemani ayahnya, dia juga bisa melihat aneka burung yang ada di sini. Ini juga bisa menjadi hiburan untuk anak saya,” terang Supriyono, warga Gunungpati, Semarang, saat ditemui di Pasar Karimata Semarang, Minggu (17/10/2021).

Keberadaan ratusan burung dari beragam jenis tersebut, menjadi daya tarik utamanya.

Pedagang di Pasar Karimata, Agus, saat ditemui disela berjualan di pasar tersebut, Minggu (17/10/2021). –Foto: Arixc Ardana

“Ini bisa dibilang kebun binatang  mini, meski isinya hanya burung semua. Namun kan jenisnya bermacam-macam, jadi anak saya suka. Sambil lihat, sembari saya jelaskan jenisnya. Misalnya, ini jenis burung parkit, makanannya biji-bijian. Lalu, itu burung kutilang, makannya buah-buahan dan lainnya,” lanjutnya lagi.

Hal senada juga disampaikan pengunjung lainnya, Arifin, yang juga datang bersama anaknya. Dirinya mengaku, dengan mengajak anak ke pasar burung tersebut, ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

“Jadi saya juga bisa mencari burung yang akan saya inginkan, anak saya juga bisa terhibur dengan aneka burung yang ada di sini. Jadi, sekalian bapaknya senang, anaknya juga gembira,” ucapnya.

Sementara, salah seorang pedagang burung, Agus, mengaku pada saat akhir pekan banyak pengunjung yang datang bersama keluarganya.

“Tidak hanya melihat-lihat, namun juga banyak yang membeli. Bahkan kadang bapaknya sudah beli burung yang dicari, anaknya juga ingin beli jenis lainnya. Jadinya malah untung juga buat saya, harusnya beli satu, jadi beli dua burung,” terangnya.

Pihaknya sebagai pedagang pun tidak melarang, jika ada pengunjung yang datang rombongan bersama keluarga, meski hanya sekadar melihat-lihat.

“Kami tidak masalah, karena kita terbuka bagi siapa saja pengunjung atau pembeli yang datang. Mau sekadar melihat-lihat juga tidak apa-apa. Syaratnya cuma satu, jangan terlalu dekat dengan kandang dan tolong diawasi anak-anak mereka,” ucapnya.

Hal tersebut karena banyak kandang burung yang hanya dikunci menggunakan kawat kecil, jika kawat tersebut lepas secara tidak sengaja oleh pengunjung, termasuk anak-anak, tentu para pedagang yang dirugikan. Apalagi, jika burung yang menjadi barang dagangan sampai terlepas.

JatengKarimataPasar Burungsemarang
Comments (0)
Add Comment