Optimalkan Penggunaan Sampah, Ubah Plastik Jadi ‘Paving’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Setelah beberapa kali melakukan uji coba pengolahan sampah plastik, Kabupaten Banyumas akhirnya menemukan formula yang lebih efisien, yaitu dengan mengolah plastik menjadi paving dan genteng. Namun, semua bahan bakunya murni dari sampah plastik.

Sebelumnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein pernah juga mengolah sampah plastik menjadi paving, namun bahan bakunya tidak 100 persen sampah plastik. Dan untuk produski paving kali ini, bahan baku hanya menggunakan sampah plastik.

“Kita terus berusaha mencari cara untuk mengolah sampah plastik, ada yang sampah plastik kresek diolah menjadi campuran aspal hotmik, ada juga yang  bekerjasama dengan pabrik semen di Kabupaten Cilacap, kita menjual sampah plastik, namun kondisinya harus sudah bersih dan dicacah kecil-kecil, itu tentu memerlukan biaya tambahan untuk mengirim ke Cilacap,” kata Bupati, Minggu (17/10/2021).

Uji coba mengubah sampah plastik menjadi paving dan genteng sekarang ini dianggap paling tepat. Sebab, semua sampah plastik masuk dan langsung diolah menjadi kedua jenis barang tersebut. Sampah plastik juga tidak perlu dibersihkan, hanya dikeringkan saja.

Terkait pengolahan sampah plastik menjadi paving ini, Husein menjelaskan, pihaknya menggunakan mesin extruder dan ada juga mesin plasma yang lebih tinggi dan mampu mengolah lebih cepat serta lebih banyak. Cara pengolahannya sederhana, sampah plastik hanya dimasukkan dalam mesin, kemudian dipanaskan pada suhu tertentu. Setelah meleleh, kemudian dibentuk menjadi paving.

“Awalnya kita membuat paving utuh, namun bentuknya tidak pernah selaras, akhirnya setelah melalui proses uji coba selama satu bulan, kita membuat paving yang bagian bawahnya berongga. Paving berongga tersebut ternyata daya tahannya lebih kuat dan pengolahannya juga lebih mudah,” jelasnya.

Paving dengan model berongga bagian bawah tersebut, juga tidak mengapung dan cenderung tenggelam jika terendam air hujan. Terkait kekuatan daya tahan paving, sudah dilakukan uji coba dengan dilindas mobil ataupun truk dan hasilnya paving tetap utuh. Selain itu, paving dari bahan baku sampah plastik ini juga sudah diuji coba daya tahannya terhadap panas. Terbukti paving bisa bertahan terhadap suhu 70 derajat celsius selama waktu percobaan sekitar 5 jam lebih.

“Ini merupakan perkembangan dari riset yang terus kita lakukan sebagai upaya untuk mengolah sampah plastik. Paving berongga terbukti lebih kuat, rapi dan produksinya juga lebih cepat serta mudah,” kata Husein.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga sempat melakukan uji coba paving dilalui mobil dan hasilnya, paving tersebut tetap utuh.

Sementara itu, Direktur PT Banyumas Investama Jaya (BIJ), Aditya Sigit Pratomo mengatakan, pemanasan untuk membakar plastik yang diolah menjadi paving dan genteng antara 300 – 350 derajat cekcius. Pemanasan suhu tersebut, sama sekali tidak menimbulkan pencemaran lingkungan ataupun mengeluarkan asap, jika plastik yang dimasukkan mesin dalam kondisi kering.

“Sampah plastik yang diolah tidak harus dibersihkan dan dicacah, namun cukup dikeringkan terlebih dahulu, supaya tidak menimbulkan asap, karena dalam proses pembakaran asap itu berasal dari uap air,” jelasnya.

gentengJatengPavingPlastikSampah
Comments (0)
Add Comment