Pasien Pemegang JKN Diharuskan Membayar di RSUD Kabupaten Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kejadian tak mengenakkan kepada pasien peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung, Kabupaten Bekasi. Pasien tetap harus membayar secara normal meski telah membawa surat rujukan dari Puskesmas.

Hal tersebut dialami oleh Iin Sutina (40) ibu rumah tangga, warga Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan, dan langsung menuju ke ruang IGD.

“Saya mengalami pusing dan diperiksa di Puskesmas di desa. Tapi dirujuk ke RSUD Cibitung, dan sudah pakai BPJS. Tapi oleh pihak RSUD tetap harus bayar seperti pasien biasa dan harus membayar dengan sejumlah uang atas tindakan yang telah dilakukan tim medis RSUD, alasannya karena tidak urgensi,”kata Iin dikonfirmasi media, Jumat (22/10/2021).

Dia pun mengaku kelimpungan karena dimintai membayar sejumlah uang seperti pasien umum, karena dikira gratis. Iin mengaku harus berhutang dulu ke temannya.

“Saya tidak mengerti kenapa tetap bayar padahal sudah bawa rujukan dari Puskesmas. Tiba-tiba adminnya datang bilang karena tidak urgen, ibu dimasukin ke umum saja, tidak usah pakai KIS,” ujarnya mengakui semua sudah lengkap seperti KTP, kartu BPJS, rujukan Puskes tapi kenapa tetap bayar.

Sementara itu Naman, Bidang Humas RSUD Kabupaten Bekasi, dikonfirmasi Cendana News terpisah mengakui telah menanyakan hal tersebut ke pihak admin. Dia mengatakan pasien tersebut hanya rawat jalan dan tidak memiliki surat rujukan.

Menurutnya, prosedur BPJS untuk rawat jalan tanpa kedaruratan medis harus menggunakan rujukan dari puskesmas. Apabila pasien datang tanpa rujukan dari puskesmas maka berlaku sebagai pasien umum.

“RSUD Kabupaten Bekasi adalah RS rujukan tipe B di mana dalam perjanjian kerjasama dengan BPJS diatur hanya menerima kasus rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FTKP) 1 atau kasus kegawatdaruratan ke IGD,” paparnya.

Naman Humas RSUD Kabupaten Bekasi di Cibitung membenarkan pasien diminta membayar. Alasannya karena tidak memiliki surat rujukan dan tidak urgensi, Jumat (22/10/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, yang terjadi pada pasien Iin warga Kampung Buwek Sumberjaya, datang dengan keluhan pusing dan mengaku hamil 4 bulan datang ke kebidanan tanpa membawa surat rujukan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai standar dan berlaku ketentuan pasien umum (karena tak bisa masuk ke sistem BPJS karena tak membawa rujukan),”jelasnya.

Dikonfirmasi bahwa pengakuan pasien telah membawa rujukan, Naman menegaskan, kasus pasrin atas nama Iin harusnya bisa ditangani di rumah sakit tipe C (Cibitung Medika).

“Itu rujukan buat cibitung medika, bukan ke RSUD Kabupaten Bekasi karena sesuai aturan BPJS setiap rujukan harus berjenjang. Setelah dari FKTP 1 ke RS tipe C lalu dibuatkan lagi ke RS tipe B,” pungkasnya.

bekasiJabar
Comments (0)
Add Comment