Penuh Tumpukan Sampah, Ratusan Relawan Bersihkan Kali Jambe

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Ratusan relawan dari 31 komunitas pegiat lingkungan hidup bersama masyarakat kembali turun membersihkan Kali Jambe, di Krosing Kalimalang, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisi lokasi tersebut dipenuhi bangunan liar (bangli) hingga susah diakses menggunakan alat berat.

Sementara tumpukan sampah di Krosing Kalimalang dipenuhi hamparan sampah rumah tangga dengan ketebalan yang padat mencapai 1,5 meter ke bawah.

Mereka membersihkan tumpukan sampah dengan cara manual. Lokasi Bangli itu sendiri mulai dari Krosing tol KM 19. Jika tidak dibersihkan maka hujan dua jam areal sekitar dipastikan akan banjir.

“Jika tidak dibersihkan segera, maka jika terjadi hujan dengan durasi 2 jam saja, dipastikan kompleks Jatimulya Regency  terendam banjir akibat luapan air. Ini adalah upaya membantu mempercepat pembersihan di Krosing Kalimalang,” ujar Latip, Koordinator Aksi Peduli Kali Jambe, kepada Cendana News, Minggu (17/10/2021).

Latip, Koordinator Gerakan Peduli Kali Jambe, ikut mengangkat sampah menggunakan karung dari dasar Kali Jambe di Krosing Kalimalang, Minggu (17/10/2021). Foto: Muhammad Amin

Hadirnya ratusan relawan dari puluhan komunitas pegiat lingkungan hidup adalah bentuk komitmen dalam membersihkan Kali Jambe. Semua yang hadir secara sukarela tujuannya  mempercepat penyelesaian tumpukan sampah Kali Jambe di Krosing Kalimalang yang tidak bisa diangkat dengan alat berat akibat Daerah Aliran Sungai (DAS) dipenuhi bangunan liar.

Akibat banyaknya bangunan liar di sepanjang DAS mulai dari Krosing Tol KM 19 sampai ke Krosing Kalimalang, alat berat otomatis tidak bisa masuk ke lokasi. Dia berharap kepada pemerintah daerah setempat segera melakukan penertiban.

Menurut Latip, saat ini pemerintah Kabupaten Bekasi, masih fokus melakukan normalisasi Kali Jambe di bagian atas. Dalam aksi hari ini, ratusan relawan hanya berhasil mengangkat satu truk sampah dengan cara manual.

“Sebenarnya tumpukan sampah di Krosing Kalimalang itu tak bisa diangkut dengan cara manual, karena sampah tebalnya mencapai 1,5 meter. Orang bisa lari di atas sampah tidak ada air lagi di bawahnya sebab padat tumpukan sampah tersebut,” ungkap Latip, memperkirakan masih ada 9 dump truck lagi yang siap mengangkut tumpukan sampah.

Dikonfirmasi terkait kehadiran pemerintah dalam aksi peduli Kali Jambe yang dihadiri ratusan relawan pegiat lingkungan hidup tersebut, Latip menyebut sudah dua kali tidak ada satu pun dari Dinas Lingkungan Hidup yang hadir. Namun dia menyebut, hari ini ada Balibang yang juga sebagai Ketua Jabar Bergerak hadir.

“Beliau pun kaget melihat kondisi sampah, dan langsung menghubungi Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi melaporkan kondisi Kali Jambe tepatnya di Krosing Kalimalang. Meminta agar bisa membantu mengatasi persoalan tumpukan sampah itu agar bisa diangkut segera,” ujarnya.

Ketua Kawali Bekasi Raya, Yopi Oktavianto, sebagai salah penggerak Peduli Kali Jambe, mengakui bahwa penanganan Kali Jambe harusnya mendapat prioritas. Karena selain limbah, kali di sepanjang DAS Kali Jambe sendiri memang banyak dipenuhi bangunan liar.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk segera menertibkan bangunan liar di sepanjang DAS Kali Jambe ini. Itu jika serius. Karena tidak ada solusi lain, meskipun dinormalisasi. Jika bangunan liar tidak ditertibkan dikhawatirkan pemerintah hanya membuang anggaran sia-sia. Tidak bisa mengatasi masalah banjir yang menjadi keluhan mendasar bagi warga di bantaran Kali Jambe,” tegas Yopi.

AlatBeratJabarjambeKalimanualRelawanSampah
Comments (0)
Add Comment