Sensasi Kenyal Getuk Ireng, Kudapan Tradisional yang Mengenyangkan

Editor: Maha Deva

Jakarta – Kudapan tradisional, banyak sekali ragamnya. Salah satunya adalah getuk ireng, sebuah kudapan berbahan singkong atau ketela pohon, yang selalu mempunyai tempat tersendiri bagi pencintanya.

Tak hanya enak untuk dinikmati, kudapan tradisional  yang syarat makna perjalanan budaya ini, sensasi kenyalnya sangat mengenyangkan. “Getuk ireng ini jajanan atau kudapan tradisional Indonesia, yang harus dilestarikan. Upayanya, saya membuat getuk  ini untuk dijual, agar masyarakat tetap mengenal kudapan ini,” ujar Sureni, pedagang kudapan tradisional kepada Cendana News saat ditemui di Jalan Krida Mandala, Jakarta Timur, Sabtu (16/10/2021).

Saat ini, banyak makanan modern yang bermunculan bak jamur di musim hujan. Sehingga jajanan tradisional terkadang dilupakan. Sureni berjualan getuk ireng berbahan dasar singkong, dengan harapan masyarakat tetap mengenal dan bisa menikmati khasnya jajanan tradisional.

Setiap daerah, memiliki ragam jajanan tradisional, termasuk getuk dengan cita rasa khasnya yang berbeda. Dan seiring dengan perkembangan zaman, olahan dan bentuk getuk semakin beragam. Salah satunya, getuk ireng, dengan penampilan khas namun menyimpan rasa yang lezat.

Sureni berjualan getuk ireng khas Indramayu, Jawa Barat sejak 1992. Awalnya dijajakan dengan berkeliling di wilayah Jakarta Timur dengan memasuki gang-gang kecil. Sureni berjualan getuk ireng sejak pukul 08.00 WIB, hingga tiba di rumahnya di daerah Bambu Apus, Jakarta Timur pada pukul 12.00 WIB.  “Alhamdulillah sekarang saya punya tempat mangkal di Gang Beli, tiap hari jualan di sana. Kalau nggak habis, baru saya keliling dengan jalan kaki ke sekolah Sudirman, Lebak Empang, Lebak Para, dan Jalan Krida Mandala. Ya, seperti hari ini,” ujar Reni, panggilan akrab Sureni.

Sureni sedang melayani pembeli getuk ireng khas Indramayu, Jawa Barat, saat ditemui di Jalan Krida Mandala, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (16/10/2021). foto: Sri Sugiarti.

Menurutnya, getuk ireng berbahan singkong ini memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut dan kenyal, dengan tampilan taburan kelapa parut dan gula putih di atasnya. Dalam sejarahnya, kudapan tradisional ini memiliki makna kesederhanaan yang mengajarkan agar senantiasa mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. “Jajanan tradisional ini mengajarkan kita berbagai hal sederhana, bermanfaat, menarik dan disukai. Nah, seperti bentuk getuk ireng singkong ini, teksturnya lembut dan kenyal, rasanya manis. Ini inovasi sederhana yang tetap lestari,” ujar ibu dua anak tersebut.

Proses membuat getuk ireng sangat mudah. Yang pertama, kupas singkong lalu potong-potong dan bersihkan. Setelah itu, singkong diparut dan diberi air jamur merang dan diulenin merata hingga adonan getuk berwarna hitam.  Selanjutnya, adonan getuk dikukus di dalam dandang selama satu jam. “Proses kukusnya, itu satu jam sudah tanak. Lalu angkat dan tumbuk halus dalam wadah,” ujar perempuan kelahiran Indramayu 36 tahun lalu tersebut.

Setelah ditumpuk halus, lalu giling rata dengan menggunakan botol kaca. Selanjutnya, getuk ireng siap dipotong-potong untuk didagangkan. “Kalau sudah digiling rata, getuk ireng potong-potong kecil bentuk segi empat, di atasnya taburin kepala parut dan gula putih. Siap disantap pembeli, rasanya manis gurih,” imbuhnya.

Seporsi getuk ireng dibadrol seharga Rp5.000. Tetapi menurutnya, kalau ada yang membeli Rp3.000 pun dilayani. “Kan anak-anak juga suka, kadang mereka belinya Rp2.000-Rp3.000, saya kasih. Karena mereka harus menikmati jajanan tradisional ini,” tukasnya.

Selain getuk ireng, Reni juga menjajakan makanan tradisionalnya khas Jawa Barat lainnya seperti,  candil, getuk putih, tiwul, klepon, awug, dan ketan hitam. “Alhamdulillah dagangan saya selalu laris, sehari bisa dapat untung Rp300 ribu. Saya juga terima pesanan dari pelanggan untuk acara keluarga. Itu beda lagi pendapatannya,” ujar Reni.

Nurohmah (44), salah satu pelanggan getuk ireng yang dijajakan Reni, mengaku selalu membeli kudapan tradisional ini karena rasanya legit dan mengenyangkan. “Makan getuk ireng seporsi saja sudah kenyang, murah lagi cuma Rp5.000. Teksturnya legit kenyal, cocok dipadukan minum teh hangat tawar,” ujar Nurohmah, kepada Cendana News, Sabtu (16/10/2021).

Nurohmah mengaku kerap memesan getuk ireng untuk dipadukan dengan klepon, sebagai sajian acara keluarga. “Kebetulan saya besok ada arisan keluarga, ini kuenya pesan getuk ireng dan klepon dari mbak Reni,” pungkasnya.

DKI Jakartagethuk irengJabarJakarta TimurKetela Pohonkudapan tradisional
Comments (0)
Add Comment