KSOP Ternate Hentikan Pelayaran Antarpulau di Malut karena Cuaca Buruk

TERNATE – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, menghentikan sementara aktivitas pelayaran antarpulau di Maluku Utara (Malut) karena cuaca buruk melanda daerah ini dalam dua hari terakhir.

“Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa dan harta benda di laut akibat cuaca buruk, kami saat ini menunda sementara keberangkatan kapal antarpulau, rute Ternate – Morotai, Ternate – Babang – Obi, Ternate – Sanana – Taliabu, Ternate – Batang Dua sertaa Ternate – Manado dan Ternate – Bitung,” kata Plh KSOP Kelas II Ternate, Miraza A di Ternate, Minggu (16/1/2022).

Dia menyatakan, penghentian sementara aktivitas pelayaran antarpulau ini, menindaklanjuti surat dari prakirawan cuaca BMKG Ternate tertanggal 15 Januari 2022 pukul 21.00 WIT hingga 16 Januari 2022, karena adanya peringatan dini akibat gelombang cuaca 2,5 – 4 meter.

Menurut dia, gelombang tinggi ini berpeluang terjadi di perairan Ternate dan Pulau Halmahera dengan kecepatan angin 4 hingga 20 knot dari Barat Timur Laut hingga Barat Laut.

Dari hasil pantauan, sejumlah kapal di pelabuhan Bastiong, pelabuhan Ahmad Yani maupun armada semut di pelabuhan Dufa – Dufa dan Mangga Dua belum beroperasi akibat cuaca buruk.

Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Fahmi Bachdar, ketika dihubungi terpisah membenarkan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi potensi gelombang tinggi di berbagai perairan seperti Pulau Halmahera, Pulau Morotai, perairan Barat Halmahera dan sekitarnya.

Menurut dia, potensi gelombang mencapai 2.5 meter hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Malut seperti perairan Pulau Morotai, Loloda, Batang Dua, Gebe, Obi dan perairan Sanana-Taliabu.

CuacaKSOP TernateMalukuMalutpelayaran
Comments (0)
Add Comment