Petani : Kematian Ikan Secara Massal di Danau Maninjau Akibat Balerang

LUBUKBASUNG — Kematian ikan secara massal di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sekitar 130 ton akibat fenomena tubo belerang yang melanda daerah itu pada Jumat (11/2), sehingga oksigen berkurang di danau vulkanik itu.

Salah seorang petani keramba jaring apung di Danau Maninjau, Naziruddin di Lubukbasung, Selasa, mengatakan udara sekitar danau mengeluarkan bau belerang yang sangat pekat.

“Kematian ikan pada Desember 2021, tidak ada bau belerang di danau dan murni akibat kekurangan oksigen setelah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu,” katanya yang juga Wali Nagari Koto Malintang.

Ia mengatakan, kematian ikan itu berawal saat cuaca sangat panas melanda daerah itu pada Jumat (11/2) siang kemudian tiba-tiba turun hujan dengan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Setelah berlangsung cuaca terik yang dlsambung dengan hujan deras maka ikan-ikan di keramba jaring apung mulai mengapung ke permukaan dan beberapa waktu kemudian ikan mati. “Ikan dalam keramba jaring apung milik warga mati. Keramba jaring apung saya dalam kondisi kosong,” katanya.

AgamDanau Maninjaumaninjausumatera barat
Comments (0)
Add Comment