KKP Segel 4,7 Ton Ikan Impor Ilegal Asal Tiongkok dan Malaysia di Batam

Editor: Koko Triarko

JAKARTA, Cendana News – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 4,748 ton ikan impor ilegal asal Tiongkok dan Malaysia di Batam, Kepulauan Riau.

KKP menyegel ribuan ton ikan  impor ilegal dari Tiongkok dan Malaysia itu karena tak dilengkapi persyaratan.

Dirjen PSDKP KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menjelaskan perihal penyegelan tersebut.

Menurutnya, 4,748 ton ikan impor ilegal asal Tiongkok dan Malaysia berada di dua tempat.

Sebanyak 4,25 ton ikan makerel asal Tiongkok di Cold Storage PT SLA, dan 498 kg ikan bawal emas asal Malaysia di PT ATN

Dia mengatakan, kedua komoditas perikanan itu masuk ke Indonesia tanpa Persetujuan Impor (PI) dan Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate).

“Indikasinya produk ini masuk secara ilegal dan sudah ada yang beredar”, ungkap Adin melalui keterangan tertulis, Minggu (5/6/2022).

Saat ini 4,748 ton ikan impor ilegal tersebut dalam pengawasan jajaran Pangkalan PSDKP Batam dan disegel.

Hal tersebut merupakan upaya menghentikan dan mencegah agar ikan ilegal tidak beredar di masyarakat.

“Seluruhnya sudah kami segel sebagai upaya melindungi masyarakat dari komoditas perikanan yang masuk tidak sesuai ketentuan,” kata Adin.

Adin menegaskan, kebijakan Menteri KP di bidang importasi komoditas perikanan mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri.

Dan, menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan sehingga praktik impor komoditas perikanan ilegal ini akan diusut tuntas.

Adin menduga praktik importasi komoditas perikanan secara ilegal ini telah berlangsung lama.

“Sedang kami dalami kasusnya, dan tidak menutup kemungkinan kami akan mengembangkan lebih lanjut,” katanya.

Ikan ImporKKPMalaysiaTiongkok
Comments (0)
Add Comment