Sampah Sulit Terurai Cemari Perairan Teluk Lampung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG, Cendana News – Sampah sulit terurai seperti plastik, kemasan makanan mendominasi sejumlah bibir pantai Teluk Lampung hingga Lampung Selatan. Pemandangan tersebut semakin terlihat usai hujan lebat berimbas banjir di sejumlah sungai.

Jumadi, warga Desa Rangai Tritunggal, Katibung, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut mencari sampah plastik bernilai jual yang terdampar pada area tambat bagan apung. Didominasi botol minuman, gelas minuman, kemasan minyak goreng hingga pipa pvc.

Sampah yang terdampar sebut Jumadi berasal dari sejumlah sungai di Lamsel dan Bandar Lampung. Garis pantai yang menyatu antara Lamsel membuat ranting, daun hingga batang kayu juga kerap menumpuk di tepi pantai.

“Sampah sebagian sengaja dibuang ke pantai oleh warga karena tidak ada tempat pembuangan, sebagian berasal dari sungai dan hanyut terbawa ke perairan Teluk Lampung lalu terdampar kembali ke pantai,” terang Jumadi saat ditemui Cendana News, Rabu (1/6/2022).

Jumadi bilang saat musim kemarau volume sampah berkurang. Sebaliknya saat penghujan volume meningkat. Ia bisa mendapatkan belasan karung kala kemarau dan puluhan karung kala penghujan.

Bermodalkan jerigen yang dibelah sebagai penampung, Jumadi mengumpulkan gelas, botol plastik. Pengepul akan membeli dengan harga mulai Rp500 hingga ribuan per kilogram.

“Saya kerap memakai perahu jika sampah ada di perairan dalam, kalau yang terdampar cukup berjalan saja memakai sepatu bots agar tidak tertusuk paku,”ujarnya.

Jumadi bilang beragam sampah bernilai jual kerap tidak bisa diambil. Pasalnya sebagian telah tercampur dengan yang lain sehingga sulit dimanfaatkan.

Tumpukan sampah di sejumlah titik pantai Rangai Tritunggal mengakibatkan pendangkalan. Imbasnya area tambat perahu, bagan nelayan berkurang hingga aroma tidak sedap dan lalat beterbangan.

Katibunglampung selatan
Comments (0)
Add Comment