Luka Batin Baridin

CERPEN A. DJOYO MULYONO

“Baik jika begitu, larilah ke ujung pangkal mulut ular naga, aku akan mengejarnya!” ucapnya berat sebagai sumpah seorang pemuda yang sedang dimabuk asmara.

Baridin pulang kembali ke rumah dengan amuk asmara di dadanya, bertemu dengan perempuan cantik bertumbuh sintal bukan saja dirinya bahagia telah mencintainya, tapi atas semua ucapannya yang menyakitkan, selain dirinya mencintai perempuan cantik itu juga dirinya tidak enak hati setelah banyak menerima hinaan dan cacian yang tak kepalang tanggung hingga terasa ke lubuk hati seperti cacian yang mengungkap semua tabiat kehidupannya.

Hidup dengan berkali-kali dihantam kesusahan, Baridin malah memilih untuk mencari perkara. Pemuda melarat itu nekat mencintai perempuan cantik bertubuh sintal putri Bapa Dam yang kaya raya. Jika dibandingkan dengan kehidupannya, dirinya layak dikatakan gila dan tidak pernah berpikir.

Ratminah gadis cantik terurus bergelimang harta semenjak kecil itu tinggal di rumah Rimas. Rimas merupakan kependekan dan doa dari makna “Sugih pari, sugih emas” yang artinya kaya akan padi dan emas.

Maka tak heran, banyak pemuda yang datang melamar anaknya. Mulai dari saudagar kaya, juragan minyak, pejabat tinggi, hingga dalang tarling pernah singgah di palataran rumahnya untuk mengais restu dari anak dari Bapa Dam untuk menerima lamarannya.

Namun sedemikian banyaknya pelamar yang mapan dan tampan itu tidak ada satupun yang diterimanya, semua itu karena kecongkakan tabiatnya yang buta dan tamak akan duniawi. Bapa Dam sempat mengkhawatirkan anaknya akan menjadi perawan tua, meskipun itu terjadi juga atas dasar didikannya kepada Ratminah untuk mencari jodoh yang kekayaannya papak dengan dirinya.

HartaJatimlukaperawan
Comments (0)
Add Comment